Penyakit meningokokus merupakan infeksi serius yang dapat mengancam jiwa, dengan potensi kematian dalam waktu kurang dari 24 jam setelah terinfeksi.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Masalah ini menjadi perhatian utama karena dapat menyerang berbagai kalangan usia, mulai dari bayi hingga lansia, tanpa memandang status kesehatan individu.
Penyebab dan Penyebaran Penyakit Meningokokus
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Suzy Maria, menjelaskan bahwa penyebab infeksi meningokokus adalah bakteri Neisseria meningitidis. Meskipun tidak langsung menimbulkan gejala, bakteri ini dapat hidup dalam tubuh manusia selama berbulan-bulan.
Kelompok yang sering menjadi carrier atau pembawa bakteri ini adalah remaja dan dewasa muda. "Jangan salah, yang menjadi carrier itu justru remaja dan dewasa muda. Orang-orang muda sehat inilah yang menjadi penularnya," ujar Suzy saat diskusi kesehatan di Jakarta.
Infeksi meningokokus dapat menyebar melalui percikan cairan pernapasan saat batuk atau bersin. Di negara maju, kasus meningokokus sering dijumpai di kalangan mahasiswa atau anggota militer yang berkumpul di ruang tertutup.
Bakteri ini dapat bertahan di nasofaring, bagian belakang hidung dan tenggorokan, sebelum akhirnya memasuki aliran darah, terutama ketika sistem imun individu menurun.
Gejala dan Kelompok Paling Rentan
Gejala umum dari infeksi meningokokus meliputi demam tinggi, sakit kepala hebat, dan kekakuan leher. "Gejala umumnya demam tinggi, sakit kepala, dan kaku kuduk," jelas Suzy.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Banyak individu mungkin tidak menunjukkan gejala, termasuk bayi dan lansia yang memiliki sistem imun rentan, sehingga kondisi ini memerlukan perhatian lebih.
Bayi dan lansia adalah kelompok yang paling berisiko terkena infeksi parah. Sistem kekebalan yang sedang berkembang dan melemah membuat mereka lebih rentan terhadap bakteri meningokokus.
Kecepatan perkembangan gejala pada infeksi ini menambah urgensi untuk mencurigai adanya masalah kesehatan ketika individu menunjukkan tanda-tanda yang disebutkan.
Langkah Pencegahan dan Penanganan
Vaksinasi merupakan salah satu langkah pencegahan terbaik untuk melindungi diri dari infeksi meningokokus. Vaksin meningitis konjugat dapat membentuk sel memori yang memberikan perlindungan jangka panjang.
Menurut Suzy, "Vaksin meningitis konjugat generasi terbaru bisa mengurangi risiko carrier dan melindungi dalam jangka panjang."
Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno Metupawan, mengungkapkan bahwa teknologi terbaru dalam vaksin ini juga dapat membantu menekan penularan di masyarakat.
Selain vaksin, menjaga pola hidup sehat, mengatur pola makan, dan memastikan stamina tetap optimal sangat disarankan untuk semua kalangan masyarakat. Seseorang perlu segera mencari perawatan medis jika mengalami gejala mencurigakan.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: