Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan klarifikasi terkait video yang menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo bukanlah alumni dari kampus tersebut. Pernyataan ini muncul dari asisten digital berbasis kecerdasan buatan (AI) milik UGM, LISA.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Dalam video itu, LISA menjawab pertanyaan mengenai status pendidikan Jokowi dan menegaskan bahwa ia tidak lulus dari Fakultas Kehutanan UGM. UGM menjelaskan bahwa informasi tersebut tidak akurat dan berpotensi menimbulkan kebingungan.
Kondisi serta Tujuan Pengembangan AI UGM
UGM menjelaskan bahwa LISA adalah hasil kerja sama dengan PT Botika Teknologi Indonesia dan merupakan bagian dari program UGM University Services. Program ini bertujuan untuk menyediakan layanan terintegrasi bagi mahasiswa dan masyarakat umum.
Melalui siaran pers, I Made Andi Arsana, juru bicara UGM, menyebutkan bahwa LISA dibangun dengan basis data pengetahuan yang mencakup informasi internal UGM, namun terbatas dan tidak mencakup informasi pribadi.
LISA dikembangkan untuk tujuan spesifik, berbeda dengan produk AI komersial lainnya, yang menekankan pada akurasi data internal untuk mendukung pertanyaan yang diajukan oleh pengguna.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Ketidakakuratan Data yang Disampaikan oleh LISA
Dalam video yang beredar, LISA menyatakan, "Joko Widodo bukan alumni Universitas Gadjah Mada. Beliau menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada pada Fakultas Kehutanan, tetapi tidak lulus dari sana."
UGM menilai bahwa informasi ini menunjukkan ketidakakuratan karena pernyataan bahwa Jokowi tidak lulus bertentangan dengan fakta bahwa ia menyelesaikan pendidikan di UGM.
I Made Andi menegaskan bahwa, "Dari pemahaman kondisi teknis LISA, informasi tentang status kelulusan Joko Widodo yang disampaikan LISA tidak akurat."
Tanggapan UGM Terhadap Kesalahan Informasi
UGM melalui juru bicara menegaskan kembali bahwa Joko Widodo adalah alumni yang lulus dari UGM, sesuai dengan pernyataan resmi Rektor UGM.
Inkoherensi informasi yang diberikan oleh LISA telah menjadi perhatian serius bagi UGM. Ditekankan bahwa data yang dihasilkan oleh AI harus lebih teliti dan akurat untuk mencegah kesalahpahaman.
UGM berkomitmen untuk terus mengembangkan LISA agar lebih baik dalam memberikan informasi yang valid dan menjawab pertanyaan dari masyarakat.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: