Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengizinkan masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk membeli BBM Pertamina tanpa memerlukan barcode. Kebijakan ini sebagai tanggapan terhadap bencana banjir bandang yang telah mempengaruhi akses masyarakat di daerah tersebut.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri
Dengan aturan baru ini, pemerintah berusaha mempercepat layanan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan di tengah kondisi darurat. Kebijakan ini memberikan kemudahan akses yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak.
Kebijakan Pembelian BBM Tanpa Barcode
Menteri Bahlil mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengakses BBM dengan lebih mudah. "Tadi pagi kami sudah mengeluarkan relaksasi aturan bahwa untuk orang publik, masyarakat membeli BBM di SPBU tidak perlu memakai barcode," jelas Bahlil di Pinangsori.
Bahlil menekankan bahwa relaksasi ini berlaku di seluruh area yang terdampak bencana, termasuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. "Jadi sudah bebas, baik di Sumatera Utara, maupun di Sumatera Barat, maupun di Aceh. Ini semua dalam rangka bagaimana kita mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Ketersediaan Stok BBM dan LPG
Terkait masalah akses, Bahlil juga menjelaskan bahwa meskipun terdapat kendala, stok BBM dan elpiji di wilayah-wilayah tersebut masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. "Hanya saja terkendala pada akses jalur darat ke SPBU," ungkapnya.
Sebagai solusi, Kementerian ESDM dan PT Pertamina bekerja sama untuk mengalihkan distribusi BBM dan LPG dengan jalur laut dan udara. Langkah ini dianggap strategis untuk memastikan pasokan tetap tersedia meskipun akses darat terganggu.
Akses Listrik di Wilayah Terdampak
Bahlil juga menyoroti pentingnya akses listrik di daerah yang terdampak bencana. Saat ini, dari 19 Megawatt (MW) yang tersedia di Sibolga, hanya 7 MW yang operasional akibat masalah pada jaringan.
Dalam upaya normalisasi, Bahlil memastikan bahwa PT PLN akan segera mengembalikan pasokan listrik ke kondisi normal. "Data terkini dari PT PLN (Persero) menunjukkan dari 103 penyulang yang padam, 85 penyulang (83 persen) di antaranya sudah menyala normal," papar Bahlil.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: