Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 11:32 WIB

Reuni Akbar 212: Seruan Rizieq Shihab untuk Revolusi Akhlak di Indonesia

Author

Reuni Akbar 212: Seruan Rizieq Shihab untuk Revolusi Akhlak di Indonesia

Muhammad Rizieq Shihab mengingatkan bahwa Indonesia saat ini berada dalam keadaan darurat akhlak. Hal ini disampaikan di hadapan ribuan peserta Reuni Akbar 212 yang berlangsung di Monas, Jakarta Pusat, pada tanggal 3 Desember 2025.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Ia menekankan bahwa fenomena kemungkaran, kemaksiatan, dan kejahatan yang merugikan negara sudah tidak bisa diabaikan lagi. Rizieq menyerukan agar umat kembali mengedepankan nilai-nilai moral sebagai solusi untuk menghadapi krisis ini.

Pernyataan Rizieq Shihab di Reuni Akbar 212

Dalam acara yang dihadiri oleh ribuan peserta, Rizieq Shihab mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi moral bangsa. Ia menekankan pentingnya memperhatikan revolusi akhlak dalam konteks sosial dan politik di Indonesia.

Siaran langsung dari atas panggung utama menunjukkan Rizieq mengungkapkan, 'Kenapa kita harus melakukan Revolusi Akhlak? Karena di negeri kita sedang terjadi darurat akhlak.' Ini menyoroti urgensi yang ia rasakan terhadap perbaikan moral masyarakat.

Berbagai tindakan korupsi dan pelanggaran hukum yang semakin marak menunjukkan hilangnya etika dan moralitas. Menurutnya, keadaan ini memerlukan perhatian serius dari semua elemen masyarakat.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Tanda-Tanda Darurat Akhlak

Rizieq Shihab mengidentifikasi beberapa tanda darurat akhlak yang meresahkan, antara lain korupsi, praktik mafia, dan dominasi oligarki. Ia menjelaskan, 'Maraknya aneka ragam kemungkaran, kemaksiatan, para penjahat yang menggarong kekayaan negeri, korupsi, mafia, dan oligarki-oligarki busuk adalah bukti nyata darurat akhlak di negara kita.'

Pernyataan ini menunjukkan bahwa menurutnya, fenomena tersebut bukan hanya masalah individu, tetapi juga dampak dari sistem yang ada. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menanggapi masalah ini dengan komitmen terhadap etika dan moral.

Rizieq juga menggarisbawahi bahwa hilangnya rasa malu di kalangan penegak hukum dan elit politik telah menjadi kontributor utama terhadap krisis moral ini.

Seruan untuk Perubahan Moral

Rizieq Shihab menyerukan agar setiap individu dalam masyarakat mulai mengedepankan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan, 'Kenapa orang tidak punya malu melakukan korupsi? Karena enggak punya akhlak.'

Dia juga mengingatkan akan pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk memperbaiki akhlak dan menghindari segala bentuk kemaksiatan. 'Kenapa mereka merampas tanah rakyat? Karena enggak punya akhlak,' tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Rizieq berharap revolusi akhlak ini dapat membangkitkan kembali rasa saling menghormati dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU