Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 17:21 WIB

Kematian Pertama Akibat Flu Burung Strain H5N5 Di Washington

Author

Kematian Pertama Akibat Flu Burung Strain H5N5 Di Washington

Seorang warga di Washington dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi infeksi flu burung dari strain H5N5, yang belum pernah tercatat sebelumnya pada manusia. Kematian ini terjadi setelah pasien menjalani perawatan di rumah sakit untuk infeksi tersebut.

Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat

Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington menyampaikan bahwa pasien, seorang lansia, sebelumnya memelihara unggas di rumahnya. Hal ini menjadi perhatian serius karena merupakan kematian kedua akibat virus tersebut di AS.

Rincian Kasus Kematian

Pasien yang meninggal dunia adalah seorang lansia yang memiliki kondisi kesehatan yang memprihatinkan. Ia mengalami komplikasi yang serius terkait infeksi flu burung dan harus dirawat di rumah sakit sebelum meninggal.

Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington menyebutkan, 'Orang tersebut memelihara sekumpulan unggas campuran di halaman rumahnya,' yang menunjukkan kemungkinan sumber infeksi berasal dari hewan peliharaan tersebut.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Tanggapan CDC dan Imbauan Kesehatan

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menjelaskan bahwa meskipun ada kasus kematian ini, risiko terhadap masyarakat umum tetap dianggap rendah. Sejak Januari 2022, telah terjadi penyebaran lebih luas pada mamalia yang terkait dengan wabah flu burung.

Selama periode ini, CDC melaporkan sebanyak 70 kasus flu burung pada manusia di AS. Salah satu kematian sebelumnya terjadi pada seorang lansia dengan penyakit penyerta.

Rekomendasi bagi Pekerja yang Berlebihan Kontak dengan Hewan

CDC merekomendasikan agar orang-orang yang rutin berhubungan dekat dengan hewan menggunakan alat pelindung diri yang tepat. Juga disarankan untuk selalu berhati-hati saat menangani kotoran hewan.

Pejabat kesehatan menambahkan, individu yang mungkin bersentuhan dengan unggas liar atau peliharaan disarankan untuk mendapatkan vaksinasi flu. Walaupun vaksin ini tidak memberikan perlindungan terhadap flu burung, vaksin tersebut bisa mengurangi risiko infeksi dari virus ganda.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU