Senin, 24 NOVEMBER 2025 • 13:35 WIB

Xiaomi Mengurangi Jumlah Model Ponsel: Fokus Pada Ekosistem Berbasis AI

Author

Xiaomi Mengurangi Jumlah Model Ponsel: Fokus Pada Ekosistem Berbasis AI

Xiaomi telah mengumumkan perubahan signifikan dengan mengurangi jumlah model ponsel yang diluncurkan setiap tahun. Keputusan ini diambil meskipun pasar ponsel global menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi

Strategi ini menandai pergeseran fokus perusahaan ke pengembangan ekosistem berbasis kecerdasan buatan, di mana smartphone menjadi penghubung utama untuk berbagai perangkat.

Pengurangan Model Ponsel dan Strategi Baru

Xiaomi kini merampingkan jumlah model ponsel yang diluncurkan setiap tahunnya, setelah sebelumnya dikenal dengan peluncuran berbagai perangkat melalui sub-brand. Perusahaan ini berusaha memperkuat kestabilan perangkat lunak dan konsistensi di pasar global.

Langkah ini muncul sebagai respons terhadap hasil keuangan yang menunjukkan penurunan pendapatan smartphone sebesar 2% year on year. Sementara itu, pasar ponsel secara keseluruhan mengalami pertumbuhan, menandakan bahwa ponsel tidak lagi menjadi mesin pertumbuhan utama bagi Xiaomi.

Sebagai alternatif, divisi AIoT Xiaomi mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 44,7%, dengan pendapatan mencapai 38,7 miliar yuan. Selain itu, bisnis kendaraan listrik juga meningkat, mencatat lebih dari 20 miliar yuan berkat tingginya permintaan terhadap model SU7 dan YU7.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Visi Masa Depan Xiaomi

Pendiri dan CEO Xiaomi, Lei Jun, menegaskan bahwa visi perusahaan dalam dekade mendatang adalah strategi human-car-home. Dalam ekosistem ini, smartphone akan berfungsi sebagai penghubung antara mobil listrik, perangkat rumah pintar, dan platform berbasis AI.

Dengan arah ini, nilai sebuah ponsel tidak hanya terletak pada spesifikasi dan harga, tetapi juga pada pengalaman perangkat lunak dan integrasi dalam ekosistem yang lebih luas. Ini menunjukkan orientasi Xiaomi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi masa depan.

Sebagai bagian dari strategi ini, Xiaomi juga memperpanjang masa dukungan perangkat lunak untuk produk terbarunya. Xiaomi 15 dan Redmi Note 14 dilaporkan akan mendapatkan empat pembaruan sistem dan enam tahun patch keamanan.

Pelajaran dari Pasar India

Kinerja Xiaomi di pasar India memberikan pelajaran penting bagi strategi perusahaan. Pada awal 2025, pengiriman ponsel Xiaomi di India mengalami penurunan tajam sebesar 42% year on year, sehingga perusahaan merosot dari posisi pertama menjadi keenam.

Penurunan ini disebabkan oleh tumpang tindih produk antara merek Redmi, Poco, dan Xiaomi, serta perbedaan perangkat lunak di masing-masing wilayah. Selain itu, pembaruan perangkat lunak yang tidak konsisten juga memengaruhi kinerja.

Pengalaman ini mendorong Xiaomi untuk menghindari jebakan serupa dengan merampingkan lini produk dan meningkatkan kualitas layanan perangkat lunak demi menjaga loyalitas pelanggan.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU