Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja bertemu dengan Wali Kota New York yang terpilih, Zohran Mamdani, di Gedung Putih. Pertemuan ini berlangsung di tengah dinamika ketegangan antara keduanya selama masa kampanye pemilihan wali kota.
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Dilaksanakan pada hari Jumat (21/11), pertemuan ini diakhiri dengan harapan untuk kolaborasi yang positif di masa depan, meskipun latar belakang ketegangan tidak bisa diabaikan.
Latar Belakang Ketegangan Antara Trump dan Mamdani
Ketegangan mulai muncul antara Donald Trump dan Zohran Mamdani sejak awal kampanye pemilihan wali kota New York. Trump, anggota Partai Republik, sebelumnya menyebut Mamdani sebagai 'komunis gila', menandakan ketidakpuasan terhadap pencalonan dari Partai Demokrat.
Mamdani, yang merupakan legislator negara bagian dari Queens, mengejutkan banyak orang setelah mengalahkan mantan Gubernur New York Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Kemenangan ini memicu serangan balasan dari Trump di media sosial, di mana ia mengatakan bahwa Mamdani 'tidak pintar dan penampilannya buruk'.
Menjelang pemilihan wali kota pada 3 November, Trump melontarkan pernyataan kontroversial, seperti mengklaim bahwa 'setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani adalah orang bodoh', yang tentunya memicu kemarahan di berbagai kelompok masyarakat.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Kemenangan Mamdani dan Reaksi Trump
Zohran Mamdani akhirnya terpilih sebagai Wali Kota New York, suatu pemilihan yang mendapatkan perhatian luas dari publik. Dalam pidato kemenangannya, Mamdani dengan tegas menyatakan bahwa kemenangannya merupakan simbol kebangkitan politik dan tantangan terhadap retorika Trump.
Beliau menekankan, 'Jika ada yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati oleh Donald Trump bagaimana cara mengalahkannya, maka itu adalah kota yang melahirkannya'. Pernyataan ini mencerminkan komitmennya untuk membuat New York menjadi rumah bagi semua komunitas.
Mamdani juga menegaskan pentingnya merayakan keberagaman di kota tersebut, sambil mengajak masyarakat agar lebih terlibat dalam perubahan yang terjadi.
Transformasi Hubungan Menuju Kolaborasi
Setelah pertemuan di Gedung Putih, Trump memberikan pujian kepada Mamdani dan berharap ia dapat membawa perubahan yang positif. Ia menyatakan bahwa tidak ada perbedaan partai dalam hal kinerja pemerintahannya, mengisyaratkan adanya kemungkinan kolaborasi.
Pernyataan Trump, 'Saya tetap berharap akan ada seorang wali kota yang hebat', menjadi indikasi perubahan sikap terhadap Mamdani serta refleksi dari potensi hubungan yang lebih baik di masa mendatang.
Mamdani menanggapi pertemuan tersebut dengan positif, mengatakan bahwa diskusi berfokus pada isu-isu penting yang harus diperhatikan warga New York, terutama mengenai ketidakadilan yang menghadapi komunitas-komunitas di kota tersebut.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: