Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 20:15 WIB

Gibran Rakabuming Raka Soroti Kedaulatan Pembangunan di KTT G20

Author

Gibran Rakabuming Raka Soroti Kedaulatan Pembangunan di KTT G20

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan pandangannya tentang pembangunan negara dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diadakan di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Sabtu (22/11).

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Dalam pidatonya, Gibran menekankan pentingnya kerja sama yang saling memberdayakan untuk merencanakan pembangunan yang lebih baik bagi setiap negara.

Kedaulatan Pembangunan Negara

Gibran menyatakan, "Indonesia percaya bahwa setiap negara berhak memetakan jalur pembangunannya sendiri karena tidak ada satu model yang cocok untuk semua. Tidak ada yang namanya metode terbaik." Pernyataan ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung kedaulatan negara dalam proses pembangunan.

Lebih lanjut, Gibran menekankan bahwa pertumbuhan global harus bersifat adil dan inklusif. Menurutnya, kombinasi antara kebijakan pembangunan yang efisien dan pemerataan kesejahteraan adalah prasyarat vital untuk kemajuan setiap bangsa.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta

Fokus pada Keadilan Sosial dan Lingkungan

Wakil Presiden juga menyoroti perhatian KTT G20 terhadap keuangan berkelanjutan. Gibran menyatakan, "Dunia membutuhkan pembiayaan yang lebih mudah diakses, terprediksi, dan setara, terutama bagi negara-negara berkembang, melalui keringanan utang, pembiayaan inovatif, pembiayaan campuran, dan mekanisme transisi hijau."

Komitmen Indonesia dalam isu ini terlihat dari alokasi lebih dari separuh anggaran iklim nasional yang mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS per tahun. Alokasi tersebut ditujukan untuk mendukung sektor UMKM hijau dan infrastruktur berketahanan iklim.

Agenda Pembahasan di KTT G20

Selama KTT G20, Gibran dijadwalkan menyampaikan pidato dalam tiga sesi penting. Sesi kedua akan membahas mengenai pembangunan yang tangguh, termasuk isu kebencanaan dan transisi energi berkeadilan.

Sesi ketiga akan membahas tentang pekerjaan layak dan tata kelola kecerdasan buatan. Selain itu, Gibran juga merencanakan untuk memfokuskan perhatian pada mineral kritis, yang merupakan salah satu prioritas Indonesia dalam pertemuan ini.

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU