Pesepakbola Rizki Nur Fadhilah angkat bicara mengenai isu Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyangkut namanya. Ia mengklaim bahwa dirinya dalam keadaan baik dan menyatakan keinginan untuk segera kembali ke Tanah Air.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Melalui video di media sosial, Rizki menegaskan bahwa semua informasi yang beredar adalah tidak benar dan tidak ada paksaan dalam kepergiannya ke luar negeri.
Klarifikasi Rizki Melalui Media Sosial
Rizki Nur Fadhilah tampil dalam video yang diunggah di TikTok dan Instagram pada 18 November 2025. Dalam video tersebut, ia menyatakan, "Saya ingin meluruskan fakta terkait isu yang sedang beredar dikarenakan itu tidak pernah, itu kemauan saya sendiri tidak ada paksaan dan di sini saya baik-baik aja kondisi saya aman tadi saya sudah dikasih makan."
Pernyataan ini membantah berita yang menyebutkan bahwa ia adalah korban TPPO, mengingat informasi awal menyebutkan dirinya dibawa ke luar negeri dengan janji mengikuti seleksi di klub sepakbola. Rizki merinci situasinya dengan menekankan bahwa berita tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
Rizki juga menambahkan, "itu dibikin cerita karena kepingin pulang secepatnya," yang menunjukkan bahwa keinginannya untuk kembali lebih disebabkan oleh rasa ketidaknyamanan di tempatnya saat ini.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR
Rincian Permintaan Biaya untuk Pulang
Di dalam video yang sama, Rizki mengungkapkan bahwa ada biaya yang harus ditanggung untuk memulangkan dirinya. Ia mengungkapkan, perusahaan tempatnya bekerja meminta uang tebusan sebesar 42 juta rupiah untuk berbagai keperluan bepergian.
Ia menjelaskan, "Saya ingin meluruskan masalah yang terkait viral di Indonesia, saya sebenernya nggak disiksa dan nggak diapa-apain cuma saya pengen pulang aja krna gak betah." Pernyataan ini memberi kejelasan tentang siatuasi yang dihadapinya.
Biaya yang diminta mencakup ongkos taksi, makan, serta biaya keberangkatan dari Indonesia ke Kamboja, visa, paspor, dan biaya agen. Rizki menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak pernah meminta uang lebih dari yang sudah diinformasikan.
Pentingnya Kesadaran Terhadap Isu TPPO
Kasus ini menarik perhatian banyak pihak karena berhubungan dengan isu serius mengenai Tindak Pidana Perdagangan Orang di berbagai sektor, termasuk sepakbola. Pemerintah dan organisasi terkait perlu berkolaborasi dalam penegakan hukum untuk mencegah terulangnya kasus serupa.
Rizki dalam video terpisah mengulangi, "Berangkat ke sini tidak ada pemaksaan apalagi kekerasan, intinya saya ingin pulang ke sana karena saya tidak betah di sini." Ini memberikan harapan baru untuk penanganan isu TPPO di sektor olahraga.
Keberhasilan memulangkan korban TPPO, termasuk atlet seperti Rizki, memerlukan kerjasama dari pemerintah pusat dan daerah, serta bantuan organisasi non-pemerintah. Perlindungan terhadap individu yang berpotensi terjebak dalam situasi serupa sangatlah penting.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: