Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi menggelar uji emisi di tiga lokasi di Kaliabang Bahagia, Medan Satria, setelah menerima keluhan mengenai debu hitam pekat.
Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari
Keluhan ini datang dari warga yang melaporkan adanya debu yang mengotori rumah dan kendaraan mereka selama sebulan terakhir.
Uji Emisi di Tiga Lokasi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengonfirmasi bahwa uji emisi telah dilakukan pada tanggal 13 dan 14 November 2025. Tiga lokasi yang diuji mencakup area permukiman dan dua usaha terdekat.
Hasil dari pengujian uji emisi ini diharapkan dapat disampaikan dalam waktu 14 hari. Menurut Kiswatiningsih, langkah lanjut akan diambil terhadap perusahaan yang terbukti melanggar berdasarkan hasil pengujian laboratorium.
"Atas tahapan dan rangkaian hasil uji, nantinya kami bisa menetapkan perusahaannya dan menindak sesuai ketentuan perundangan yang berlaku," jelasnya. DLH juga telah melakukan pemeriksaan terhadap salah satu perusahaan makanan di wilayah tersebut.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Kekhawatiran Warga
Warga di Kaliabang Bahagia, terutama di Kelurahan Pejuang, sangat khawatir akan dampak dari debu hitam ini. Debu pekat tersebut mengotori teras, dinding, dan halaman rumah mereka setiap pagi.
Fenomena ini sudah berlangsung selama sebulan, yang mengganggu kenyamanan lingkungan permukiman. Pemantauan menunjukkan sisa-sisa abu masih terlihat di berbagai lokasi, termasuk pada kendaraan yang diparkir.
Aktivitas pembersihan juga dilakukan oleh warga dan santri di Pondok Pesantren Fathul Baari. Mereka terlihat berupaya mengatasi masalah debu ini dengan membersihkan area teras mereka.
Langkah Pemerintah dan Harapan Warga
DLH Bekasi berkomitmen untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab kemunculan debu hitam tersebut. Kiswatiningsih menegaskan, "Sudah melakukan pengecekan ke salah satu perusahaan makanan pada 12 November 2025 dan yang bersangkutan mengakui terjadinya kondisi luar biasa pada cerobongnya."
Warga berharap tindakan tegas segera diambil agar masalah ini dapat teratasi dan lingkungan mereka kembali bersih. Pengawasan dari pihak DLH juga diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: