Sebuah penelitian terbaru dari Pusat Penelitian Kesehatan Mental Queensland, Australia, mengungkapkan bahwa memelihara kucing dapat berhubungan dengan peningkatan risiko skizofrenia.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Penelitian ini, yang melibatkan analisis terhadap 17 studi, dipimpin oleh Psikiater John McGrath dan hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Schizophrenia Bulletin pada tahun 2024.
Gagasan Awal dan Penelitian Terkait
Gagasan bahwa kepemilikan kucing berhubungan dengan risiko skizofrenia telah muncul dalam penelitian yang diterbitkan pada tahun 1995. Dalam studi tersebut, parasit Toxoplasma gondii dianggap sebagai faktor yang berpotensi meningkatkan risiko tersebut.
Studi oleh Cureus pada tahun 2022 menunjukkan bahwa berada di sekitar kucing selama masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko gangguan mental. Sebaliknya, penelitian dari Plos One pada tahun 2019 tidak menemukan hubungan signifikan antara memelihara kucing dan risiko skizofrenia.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dampak Toxoplasma Gondii
Toxoplasma gondii adalah parasit yang dapat ditularkan melalui daging yang kurang matang atau feses kucing yang terinfeksi. Di Amerika Serikat, diperkirakan sekitar 40 juta orang terinfeksi oleh parasit ini.
Parasit ini dapat memengaruhi neurotransmiter dalam sistem saraf pusat, yang dikaitkan dengan perubahan kepribadian dan gejala psikotik, seperti skizofrenia. Namun, penting untuk dicatat bahwa belum ada bukti kuat bahwa parasit ini secara langsung menyebabkan perubahan tersebut atau bahwa infeksi ditularkan dari kucing ke manusia.
Kualitas Penelitian dan Variabilitas Hasil
Dari 17 studi yang ditinjau, sebagian besar merupakan studi kasus-kontrol yang tidak dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat secara langsung, sering kali mengabaikan faktor lain. Hal ini membuat hasilnya menjadi tidak konsisten dan memerlukan analisis yang lebih mendalam.
Contohnya, jurnal dari Plos One tahun 2019 menunjukkan hubungan signifikan hanya pada anak-anak berusia 9 hingga 12 tahun. Sementara itu, penelitian dari Schizophrenia Research tahun 2013 menemukan tidak ada hubungan antara kepemilikan kucing dan skor skizotipi, meskipun individu yang pernah digigit kucing menunjukkan skor yang lebih tinggi.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: