Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menanggapi meningkatnya jumlah penumpang yang terpaksa menginap di Stasiun Cikarang akibat tidak dapat mengejar kereta terakhir KRL.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri
Ia menyebut kemungkinan penyesuaian operasional layanan KRL menjadi 24 jam sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Fenomena Penumpang Menginap di Stasiun
Belakangan ini, Stasiun Cikarang menjadi terkenal akibat banyaknya penumpang KRL yang tidak berhasil mengejar kereta terakhir rute Cikarang-Tanah Abang-Cikarang.
Beberapa penumpang terpantau beralaskan jaket dan tas, tidur di pintu masuk stasiun hingga dini hari menunggu kereta pertama beroperasi.
Kondisi ini mulai viral melalui unggahan di Instagram, memperlihatkan bagaimana penumpang menggunakan ruang stasiun sebagai tempat tidur sementara.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Rencana Penyesuaian Operasional KRL
Menteri Dudy Purwagandhi menekankan perlunya kajian mendalam sebelum memutuskan agar KRL beroperasi selama 24 jam.
“Nanti saya coba koordinasi dengan KAI dan KAI Commuter ya, apakah perlu KRL dapat beroperasi 24 jam untuk mengakomodir hal itu,” tuturnya saat ditemui di Gedung DPR RI.
Ia menegaskan pentingnya memahami biaya yang akan timbul dari operasional pada jam-jam tersebut dengan menambahkan, “Intinya, kami mesti tanya sama KAI dulu, costnya bagaimana kalau KRL beroperasi 24 jam.”
Koordinasi dengan Pihak Terkait
Koordinasi antara Kementerian Perhubungan dan operator KRL diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai penyesuaian layanan yang diperlukan.
Dudy menekankan bahwa perubahan operasional harus dipertimbangkan dengan hati-hati agar tidak berdampak pada perawatan dan keselamatan layanan KRL.
“Setiap apa yang menjadi keperluan masyarakat ya kita tampung dulu, kemudian koordinasikan dulu ke operator terkait,” ujarnya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: