Minggu, 16 NOVEMBER 2025 • 17:56 WIB

Investigasi Kasus Bullying yang Mengakibatkan Kematian Siswa di Tangerang Selatan

Author

Investigasi Kasus Bullying yang Mengakibatkan Kematian Siswa di Tangerang Selatan

Polres Tangerang Selatan sedang menyelidiki kematian seorang siswa dari SMPN 19 Tangsel yang diduga menjadi korban bullying. Pihak kepolisian telah memeriksa enam saksi, termasuk guru dan staf sekolah terkait peristiwa tersebut.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar

Detail Penyidikan Terhadap Kasus Bullying

Polisi telah mengidentifikasi beberapa aspek penting dari kasus kematian siswa bernama MH. Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang, mengungkapkan, 'Kami masih menunggu kesiapan dari keluarga untuk dilakukan penyelidikan,' menunjukkan kehati-hatian dalam mengambil langkah berikutnya.

Penyidik tidak hanya mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang ada, tetapi juga menyelidiki apakah kejadian tersebut memenuhi unsur tindak pidana. 'Kami akan melihat apakah memang ada terjadinya tindak pidana di dalamnya,' tambah Victor.

Proses penyidikan ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengingat sensitivitas isu bullying di kalangan pelajar. Dengan adanya berbagai saksi yang diperiksa, diharapkan proses akan menghasilkan kejelasan terkait kejadian yang dialami oleh korban.

Kronologi dan Dampak Peristiwa Bullying

MH, seorang siswa kelas tujuh, mengalami perundungan parah yang terjadi pada 20 Oktober 2025. Kejadian tersebut berlangsung saat jam istirahat, di mana korban dipukul menggunakan bangku besi di bagian kepala.

Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Setelah insiden tersebut, MH mengalami rasa sakit berkepanjangan yang memaksa keluarganya mencari perawatan lebih lanjut. Keluarga akhirnya mengetahui bahwa MH sudah lama menjadi sasaran perundungan di sekolah.

Insiden ini bukan hanya mengguncang keluarga, tetapi juga menjadi perhatian bagi masyarakat umum tentang isu bullying yang semakin meningkat di lingkungan sekolah.

Reaksi Keluarga dan Panggilan untuk Tindakan Hukum

Rizki, kakak dari korban, mengungkapkan bahwa adiknya awalnya dirawat di rumah sakit swasta, namun kondisinya semakin memburuk. MH kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Kami berharap proses hukum berlangsung cepat dan adik saya mendapatkan keadilan," ungkap Rizki, menekankan harapan keluarganya untuk penegakan hukum di kasus ini.

Pernyataan Rizki sejalan dengan seruan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mendesak penegakan hukum tegas terhadap pelaku bullying. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah semakin peduli terhadap perlunya tindakan nyata dalam menangani kasus perundungan.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU