Pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta, seorang anak yang memiliki konflik dengan hukum, kini telah sadarkan diri setelah menjalani operasi. Namun, pihak kepolisian menyatakan bahwa pelaku belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam proses pemulihan.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi
Kombes Budi Hermanto dari Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa sejauh ini, polisi telah memeriksa 46 orang siswa terkait insiden yang menyebabkan 96 orang terluka, dan menemukan paku pada tubuh pelaku.
Pemeriksaan dan Bukti yang Ditemukan
Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, yang terjadi di Kelapa Gading, melibatkan pemeriksaan terhadap 46 orang siswa. Polisi menemukan paku yang tertancap pada tubuh pelaku, yang semakin memicu kecurigaan bahwa ledakan ini tidak terjadi secara alami.
Kombes Budi Hermanto menyatakan, "Riksa saksi anak 46 orang paralel dengan giat observasi dari APSIFOR." Temuan barang bukti ini semakin memperkuat penyelidikan penyidik atas insiden yang mengakibatkan banyak korban.
Pihak berwenang sedang menyelidiki bagaimana paku tersebut bisa berada di tubuh pelaku. Dugaan ini memberikan indikasi bahwa ledakan mungkin sudah direncanakan.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton
Kondisi Korban yang Masih Dirawat
Sampai saat ini, terdapat 20 korban yang masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda. Korban-korban ini dirawat di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, RS YARSI, dan RS Polri Kramat Jati.
Menurut data terakhir, 13 korban dirawat di RS Islam Jakarta, 6 di RS YARSI, dan 1 di RS Polri Kramat Jati. Kombes Budi menambahkan, "Data korban per hari ini, Kamis, 13 November 2025 jam 13.00 WIB, sejumlah 20 pasien."
Beragam kondisi para korban membuat beberapa di antaranya memerlukan perawatan intensif. Penanganan medis yang tepat dan cepat sangat penting untuk pemulihan mereka.
Pemeriksaan Lanjutan dan Tindakan Polisi
Tidak hanya memeriksa siswa yang terlibat, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap keluarga pelaku. Ayah pelaku menjalani pemeriksaan dua hari sebelum pengumuman terbaru mengenai kondisi pelaku.
Namun, Kombes Budi Hermanto tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang hasil pemeriksaan tersebut. Penyelidikan masih terus berlangsung, dan pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap fakta lebih dalam mengenai insiden ini.
Melalui langkah-langkah bersama dengan instansi terkait, diharapkan peristiwa serupa dapat dicegah di masa depan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: