Polisi menginformasikan bahwa saat ini masih terdapat 20 korban yang dirawat akibat ledakan di SMAN 72 Jakarta. Mereka menerima perawatan di tiga rumah sakit berbeda di wilayah Jakarta.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa data terbaru menunjukkan 20 pasien tersebut dirawat dengan baik, dan kondisi mereka sedang dipantau secara intensif.
Rincian Korban dan Penanganan Medis
Sejak ledakan terjadi, pihak kepolisian mengungkapkan rincian penting terkait korban yang dirawat. Di RS Islam Jakarta, tercatat 13 orang dirawat, di RS YARSI 6 orang, dan di RS Polri Kramat Jati satu orang.
Kombes Budi Hermanto menyatakan, 'Data korban per hari ini, Kamis, 13 November 2025 jam 13.00 WIB, sejumlah 20 pasien.' Pernyataan ini memberikan gambaran jelas mengenai situasi terbaru dan upaya penanganan medis yang dilakukan.
Kondisi pasien terus dipantau dan pihak rumah sakit berkomitmen memberikan perawatan terbaik. Transisi dari ruang darurat ke perawatan spesialis sedang berlangsung untuk memastikan keselamatan para korban.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens
Penyidikan dan Pemeriksaan Saksi
Dalam perkembangan kasus ini, pihak penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap ayah dari anak berkonflik dengan hukum (ABH) yang terkait dengan kasus ledakan tersebut. Kombes Budi menegaskan, 'Sudah, 2 hari lalu' terkait waktu pemeriksaan yang berlangsung.
Polisi saat ini juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap 46 saksi dari kalangan siswa. 'Hari ini yang diminta keterangan adalah saksi anak (siswa sekolah) 46 orang,' jelasnya.
Penyidik berharap informasi dari saksi dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai penyebab ledakan. Pengumpulan keterangan ini diharapkan dapat mempercepat proses penyelidikan.
Pengumpulan Barang Bukti
Selain pemeriksaan saksi, pihak Apsifor (Asosiasi Psikologi Forensik) juga sedang melakukan serangkaian tindakan untuk mengumpulkan barang bukti yang ada pada tubuh korban. Kombes Budi menyampaikan bahwa barang bukti, seperti serpihan paku, telah dikumpulkan untuk keperluan penyelidikan.
Keberadaan barang bukti ini diharapkan dapat memberikan informasi penting mengenai penyebab ledakan. 'Lanjutan sita BB dari tubuh korban di RSIJ. BB yang nempel di tubuh para korban, serpihan seperti paku dan sebagainya yang sudah dikumpulkan pihak rumah sakit,' ungkap Budi.
Proses pengumpulan tersebut dilakukan secara cermat untuk memastikan akurasi informasi yang ditemukan. Tim forensik berperan penting dalam menganalisis setiap bukti yang ada.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: