Rabu, 12 NOVEMBER 2025 • 17:24 WIB

Upaya Peningkatan Produksi Minyak Nasional oleh Menteri ESDM

Author

Upaya Peningkatan Produksi Minyak Nasional oleh Menteri ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan upayanya untuk meningkatkan produksi minyak nasional atau lifting. Ia rutin membaca 'doa lifting' setiap malam sebelum tidur untuk mencapai target produksi.

Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat

Bahlil menjelaskan bahwa tantangan dalam meningkatkan produksi minyak sangat kompleks, mengingat banyak sumur migas yang sudah tua dan mengalami penurunan kapasitas.

Strategi Peningkatan Produksi Minyak

Bahlil menekankan bahwa meningkatkan produksi minyak adalah suatu tantangan yang kompleks. Hal ini disebabkan banyak sumur migas di Indonesia yang sudah berusia tua dan mengalami penurunan performa.

Menurutnya, pemerintah telah berhasil memenuhi target lifting minyak sesuai dengan APBN 2025, meskipun ada peningkatan yang tidak signifikan.

"Sekalipun kenaikannya tidak signifikan, tapi kita hari ini sudah mencapai target APBN. Lifting minyak kita saat ini sudah 605.800 barel per hari," ujarnya.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing

Dukungan dan Insentif untuk KKKS

Bahlil menegaskan perlunya dukungan dan insentif bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi. Akselerasi dalam pengelolaan sumur tua menjadi hal yang krusial, termasuk tawaran insentif yang menarik.

"Sumur-sumur kita ini semakin ke sini semakin tua dan dibutuhkan akselerasi, termasuk bagaimana kita memberikan sweetener agar mereka (KKKS) bisa melakukan ekspansi," tambahnya.

Pemenuhan target lifting merupakan langkah awal, namun menghadapi realitas dari kondisi sumur migas yang semakin menua menjadi tantangan tersendiri.

Kinerja Penerimaan Negara dari Sektor Migas

Bahlil melaporkan bahwa setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor migas telah mencapai Rp 200,66 triliun. Angka ini mewakili 78,74 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN.

Capaian ini menunjukkan bahwa sektor migas tetap memiliki peran strategis dalam menopang pendapatan negara.

Meskipun sektor migas dihadapkan pada sejumlah tantangan, kontribusinya terhadap ekonomi nasional tetap signifikan, memberikan harapan bagi pengelolaan sumber daya yang lebih optimal di masa mendatang.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU