Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafii, menunjukkan keprihatinan serius terhadap video viral yang memperlihatkan da'i muda, Gus Elham, yang mencium seorang anak perempuan. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut sangat tidak pantas dan tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pendakwah.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Wamenag menekankan perlunya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi anak-anak serta meningkatkan pengawasan di madrasah dan pesantren.
Kecaman Terhadap Perilaku Gus Elham
Perilaku kontroversial Gus Elham menciptakan kehebohan di masyarakat setelah video aksinya mencium anak perempuan viral di media sosial. Dalam keterangan di Gedung Parlemen DPR/MPR RI pada 11 November 2025, Wamenag menegaskan, "Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas!"
Pernyataan tersebut mencerminkan rasa tidak nyaman masyarakat yang khawatir tindakan serupa dapat berdampak negatif pada anak-anak. Perilaku ini juga memberikan contoh yang salah dalam konteks pendidikan dan agama, yang seharusnya mengedepankan nilai-nilai positif.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Bahaya Pelecehan di Lingkungan Pendidikan
Wamenag menyatakan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) memiliki pedoman yang tegas mengenai perlunya menciptakan lingkungan ramah anak di madrasah dan pesantren. Ia menekankan, "Intinya agar anak-anak madrasah, anak-anak pesantren mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima."
Kemenag juga mengakui bahwa meskipun kasus serupa mungkin tetap ada, pengawasan terhadap perilaku di lingkungan pendidikan harus ditingkatkan. Hal ini merupakan perhatian serius Kemenag dalam upaya menciptakan suasana yang aman bagi anak-anak.
Respons dari Masyarakat dan Stakeholder
Masyarakat memberikan pendapat tentang perlunya tindakan tegas terhadap pelaku pelecehan, terutama yang melibatkan anak-anak. Harapan banyak orang adalah agar tindakan Gus Elham dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pendakwah untuk lebih peka terhadap batasan perilaku dengan anak-anak.
Di sisi lain, pengamat pendidikan mengingatkan pentingnya sosialisasi mengenai batasan interaksi antara pendidik dan anak didik. Kementerian diharapkan berupaya lebih aktif dalam memberikan pelatihan kepada para da'i dan pendidik tentang etika dalam berinteraksi dengan anak-anak.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: