Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 16:06 WIB

Proses Penggabungan PT Pelita Air dan Garuda Indonesia Masuki Tahap Penilaian

Author

Proses Penggabungan PT Pelita Air dan Garuda Indonesia Masuki Tahap Penilaian

Rencana penggabungan PT Pelita Air Service dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kini memasuki tahap penilaian oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Proses integrasi kedua maskapai pelat merah ini berlangsung sesuai rencana, menurut Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Simon menambahkan bahwa komunikasi antara Pertamina dan manajemen Garuda sudah terjalin dengan baik. Namun, keputusan akhir akan diambil setelah proses penilaian selesai dari internal Pertamina dan Danantara.

Proses Integrasi yang Berkelanjutan

Rencana penggabungan kedua maskapai ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi kinerja. Simon menjelaskan bahwa semua proses masih berlangsung dengan baik, serta pihaknya berkomunikasi intensif dengan Danantara untuk memberikan laporan perkembangan.

Dia menekankan, "Pembicaraan sudah kita rintis, tapi tentu mengikuti langkah-langkah yang sudah ada saat ini, termasuk penilaian dari internal kita, internal Pelita Air, dan dari Danantara sebelum finalisasi." Komunikasi ini diharapkan memperlancar proses ke depan.

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Restrukturisasi dan Fokus Bisnis Pertamina

Pertamina saat ini mengarahkan fokusnya pada sektor minyak, gas, dan energi baru terbarukan (EBT) dalam rangka menata ulang portofolio bisnis. Penataan ini mencakup pengalihan atau konsolidasi bisnis non-inti, termasuk penerbangan.

Simon menegaskan bahwa rangkaian restrukturisasi ini adalah bagian dari strategi untuk memperkuat fokus pada bisnis utama. Ia menyatakan, "Pertamina akan lebih fokus pada core business di oil and gas serta renewable energy," sehingga beberapa usaha akan dilakukan spin-off dengan koordinasi Danantara.

Dampak terhadap Bisnis Lain dan Klaster Investasi

Pertamina juga merencanakan langkah serupa terhadap berbagai bisnis lain seperti asuransi, layanan kesehatan, hospitality, dan properti yang dikelola oleh Patra Jasa. Tujuan langkah-langkah ini adalah untuk menciptakan pengelolaan yang lebih efektif.

Melalui skema ini, Danantara berpotensi menjadi pengendali sejumlah klaster investasi, termasuk transportasi udara melalui Pelita Air dan Garuda Indonesia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi serta daya saing di industri penerbangan nasional.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU