Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 20:23 WIB

Toyota Investasi Rp 2,5 Triliun untuk Pengembangan Bioetanol di Indonesia

Author

Toyota Investasi Rp 2,5 Triliun untuk Pengembangan Bioetanol di Indonesia

Toyota Motor Corporation mengumumkan rencana investasi signifikan dalam pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia, khususnya di Lampung.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, kolaborasi ini akan dibentuk dengan PT Pertamina untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Rincian Investasi dan Kolaborasi

Investasi sebesar Rp 2,5 triliun ini menjadi bagian dari strategi Toyota untuk memastikan pasokan bahan bakar bagi kendaraan berbasis bioetanol. Rencana ini disampaikan oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, saat kunjungan ke Jepang.

Dalam pertemuannya dengan Masahiko Maeda, CEO Toyota Motor Corporation untuk kawasan Asia, mereka membahas potensi kerjasama dalam pengembangan bioetanol generasi kedua yang bersumber dari limbah pertanian.

Todotua menekankan komitmen Toyota dalam mendukung program pemerintah di bidang keamanan energi, serta transisi ke energi hijau, seraya menunjukkan kapasitas Indonesia dalam sektor pertanian.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Teknologi dan Sumber Bahan Baku

Toyota akan menerapkan teknologi yang mampu mengolah limbah pertanian menjadi bioetanol, hasil kerjasama dengan Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (RABIT).

Todotua menjelaskan, "Teknologi pabrik bioetanol generasi kedua ini dapat memanfaatkan berbagai macam limbah pertanian, sehingga sangat relevan dengan potensi agrikultur Indonesia yang melimpah."

Beberapa sumber bahan baku yang direncanakan termasuk tebu, singkong, dan sorgum, yang akan melibatkan petani lokal serta koperasi tani dalam proses produksinya.

Dampak dan Proyeksi Masa Depan

Pembangunan pabrik ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Target pemerintah adalah kebijakan campuran bioetanol dalam bensin sebesar 10% (E10) untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor.

Todotua menyatakan, "Peluang ini ditangkap oleh Toyota yang juga telah mengembangkan mobil berbahan bakar bioetanol di banyak negara," menegaskan komitmen perusahaan terhadap sustainability.

Dengan meningkatnya kebutuhan bahan bakar domestik, fasilitas ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga membuka peluang ekspor ke negara lain.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU