Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 16:05 WIB

Penghargaan Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur pada Hari Pahlawan 2025

Author

Penghargaan Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur pada Hari Pahlawan 2025

Pada Hari Pahlawan 2025, pemerintah Republik Indonesia memberikan gelar pahlawan nasional kepada dua mantan presiden, Soeharto dan Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur. Penyerahan gelar ini dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025.

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Penganugerahan tersebut menambah daftar panjang presiden Indonesia yang mendapat gelar pahlawan, yang sebelumnya sudah termasuk Soekarno. Gelar ini dianggap sebagai pengakuan atas kontribusi mereka terhadap bangsa.

Penganugerahan Gelar Pahlawan untuk Soekarno

Soekarno, sebagai presiden pertama Republik Indonesia, dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 7 November 2012. Penyerahan gelar ini dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Keputusan Presiden Nomor 83/TK/TAHUN 2012.

Yudhoyono menekankan, "Keduanya adalah putra-putra terbaik bangsa yang telah mendarmabaktikan hidupnya untuk mewujudkan Indonesia merdeka." Pernyataan ini menunjukkan penghormatan terhadap jasa Soekarno dan wakil presiden pertama, Mohammad Hatta, dalam mendirikan negara Indonesia.

Keberhasilan Soekarno merumuskan ideologi dan sistem pemerintahan negara menciptakan posisi khas bagi dirinya sebagai simbol perjuangan rakyat. Dalam pandangan Yudhoyono, sosok Soekarno adalah "sumber inspirasi perjuangan seluruh bangsa Indonesia."

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Pemberian Gelar Pahlawan kepada Soeharto

Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto dilaksanakan pada Hari Pahlawan 2025, disaksikan langsung oleh ahli warisnya. Acara ini dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto yang menyerahkan gelar tersebut kepada kedua anak Soeharto, Bambang Trihatmodjo dan Siti Hardijanti Rukmana.

Keputusan ini didasarkan pada penilaian masyarakat serta sejarah yang menghubungkan Soeharto dengan perjalanan sejarah kemerdekaan. Bambang Trihatmodjo menyatakan, "Kami sekeluarga merasa bersyukur" atas penghargaan yang diberikan, menandakan rasa terima kasih keluarga terhadap negara.

Putri Soeharto, Tutut, menambahkan, "Beliau juga menentukan itu melihat aspirasi dari masyarakat," yang mencerminkan adanya dukungan publik dalam proses keputusan ini.

Gus Dur: Pahlawan Kemanusiaan dan Demokrasi

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga menerima gelar pahlawan nasional berkat upayanya dalam bidang politik dan pendidikan Islam. Penghargaan ini dinyatakan dalam Keputusan Presiden yang sama, dan diserahkan kepada Sinta Nuriyah, istri Gus Dur.

"Menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada mereka yang namanya tersebut dalam lampiran keputusan ini sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi," bunyi kutipan dalam Keppres, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam penghormatan tersebut.

Gus Dur dikenal sebagai pejuang demokrasi dan pluralisme yang terkemuka, melambangkan perjuangan kemanusiaan di Indonesia. Narator dalam acara tersebut menyebutkan, "KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah tokoh bangsa yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri memperjuangkan kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme di Indonesia."

Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU