Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 23:03 WIB

Kampung Bahari: Jejak Jaringan Narkoba yang Tak Terputus

Author

Kampung Bahari: Jejak Jaringan Narkoba yang Tak Terputus

Kampung Bahari di Jakarta Utara telah menjadi sorotan sebagai salah satu kawasan dengan pengungkapan kasus narkoba tertinggi di DKI Jakarta selama satu dekade terakhir.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Meski berbagai operasi penggerebekan oleh BNN dan Polda Metro Jaya berhasil menangkap banyak pelaku, ekosistem narkoba di wilayah ini tetap bertahan.

Pola Penindakan yang Berulang

Setiap tahun, lebih dari satu operasi besar dilakukan oleh gabungan BNN, Polda Metro Jaya, dan Polres Jakarta Utara. Dalam setiap razia, aparat menyita berbagai jenis barang bukti, mulai dari sabu, ekstasi hingga senjata tajam.

Namun, meski penggerebekan berlangsung intens, transaksi narkoba sering kembali terjadi di gang-gang sempit yang sulit diawasi. Kepadatan permukiman menjadi tantangan besar bagi aparat dalam melakukan pengawasan.

Dari beberapa operasi, petugas juga kerap menghadapi perlawanan dari warga yang terlibat dalam jaringan pengamanan lokal. Lingkungan sosial Kampung Bahari mempersulit upaya penegakan hukum yang dilakukan.

Jejak Kasus Besar dan Jaringan Bandar

Kampung Bahari telah menjadi pusat dari beberapa peristiwa dramatis terkait jaringan narkotika nasional. Salah satu yang paling menonjol adalah penangkapan bandar besar, Alex Bonpis, pada Januari 2023.

Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Alex Bonpis, yang sebelumnya masuk daftar pencarian orang, ditangkap di daerah Subang dan diduga kuat terkait dengan jaringan yang membeli sabu dari Irjen Teddy Minahasa. Kasus ini menandai bahwa Kampung Bahari tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai pusat distribusi narkoba tingkat nasional.

Keberadaan jaringan ini menunjukkan skala masalah narkoba yang lebih luas dan kompleks di kawasan tersebut, di mana Kampung Bahari berfungsi sebagai simpul penting.

Begal dan Bandar Mesra di Kampung Bahari

Sebuah penggerebekan pada tahun 2016 berhasil mengungkap hubungan barter yang menarik antara sindikat begal motor dan bandar narkoba di Kampung Bahari. Motor hasil curian dibarter dengan sabu untuk diedarkan kembali.

"Jadi, motor-motor yang dibegal selama ini dibarter dengan sabu milik bandar. Praktik ini sudah berjalan cukup lama," ungkap Kapolres Jakarta Utara saat itu, Kombes Daniel Bolly Tifaona.

Transaksi dilakukan dengan cepat, bahkan melalui jendela rumah tanpa adanya kontak fisik dalam waktu di bawah lima menit. Penemuan sabu dan senjata tajam selama penggerebekan semakin memperkuat dugaan adanya hubungan yang erat antara pembegalan dan peredaran narkoba.

Kondisi sosial yang stagnan menunjukkan bahwa lingkaran narkoba di Kampung Bahari tidak akan berhenti, melainkan hanya akan berganti wajah jika tidak ada intervensi sosial dan ekonomi yang efektif.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU