Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 22:45 WIB

Momen Menegangkan Sebelum Penangkapan Gubernur Riau oleh KPK

Author

Momen Menegangkan Sebelum Penangkapan Gubernur Riau oleh KPK

Pelaksana tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menceritakan momen terakhirnya bersama Gubernur Abdul Wahid sebelum penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 3 November 2025.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Hariyanto mengungkapkan bahwa saat itu ia tidak menyadari kedatangan tim KPK yang mengarah ke lokasi mereka mengobrol di kafe dekat rumah dinas.

Momen Sebelum Penangkapan

SF Hariyanto, di masa jabatannya sebagai Wakil Gubernur Riau, tengah menikmati obrolan santai di sebuah kafe bersama beberapa pejabat.

Dalam pernyataannya, ia mengatakan, 'Waktu itu kami lagi ngopi di kafe belakang rumah dinas. Ada Pak Gubernur, Bupati Siak Bu Afni, satu lagi ada teman, kami berempat.'

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR

Reaksi Saat KPK Datang

Seiring keramaian di sekeliling kafe, SF Hariyanto menyatakan bahwa ia tidak menyadari bahwa tim KPK melakukan operasi tangkap tangan.

Ia menjelaskan, 'Tahu-tahunya datang (KPK) ke situ. Kalau saya tahu (KPK) di situ ngapain saya datang ke sana. Logika kan?'

Keputusan untuk Meninggalkan Lokasi

Menyaksikan situasi yang semakin ramai, Hariyanto merasa perlu untuk meninggalkan kafe.

'Ya saya pulang lah. Ngapain pula saya tunggu di situ. Sudah ramai, barang (KPK) itu datang ke situ kan, kabur lah saya. Nanti saya pula yang diangkut. Tapi, betul saya tidak tahu itu (penangkapan),' jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa tidak ada laporan yang disampaikan kepada KPK sebelum penangkapan. 'Saya tidak ada melapor-melapor. Berita dari mana itu? Saya tidak tahu itu. Yang saya tahu, waktu itu kami cuma ngopi,' tegasnya.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU