Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 14:50 WIB

Tragedi Topan Kalmaegi: Korban Jatuh dan Dampak Luar Biasa di Filipina

Author

Tragedi Topan Kalmaegi: Korban Jatuh dan Dampak Luar Biasa di Filipina

Topan Kalmaegi telah menimbulkan tragedi besar di Filipina, menyebabkan tidak kurang dari 140 orang tewas dan hilangnya lebih dari 127 jiwa lainnya.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi

Fenomena cuaca ini memicu banjir hebat di wilayah Cebu dan diperkirakan akan bergerak menuju Vietnam.

Dampak Banjir di Cebu

Kota-kota di Provinsi Cebu mengalami kerusakan yang parah akibat banjir yang dilaporkan belum pernah terjadi sebelumnya. Banjir ini menyapu mobil, gubuk, dan kontainer pengiriman besar.

Data dari Kantor Pertahanan Sipil Nasional Filipina mencatat pada hari Kamis (6/11) bahwa terdapat 114 kematian resmi, tidak termasuk 28 korban tambahan lainnya yang terdaftar oleh otoritas provinsi.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Proses Penyelamatan dan Kesulitan yang Dihadapi

Di Liloan, dekat Kota Cebu, setidaknya 35 jenazah telah ditemukan, menambah jumlah korban yang tragis. Banjir yang merusak menyebabkan mobil-mobil terhimpit dan atap-atap bangunan hancur di saat penduduk berjuang menggali lumpur.

Chyros Roa, seorang penghuni yang selamat, mengisahkan bagaimana keluarganya terpaksa memanjat atap ketika air menghantam rumah mereka. "Arusnya sangat kuat. Kami mencoba memanggil bantuan tetapi tidak ada yang datang," ujarnya.

Tanggapan Pemerintah dan Peringatan Ilmuwan

Presiden Ferdinand Marcos telah mendeklarasikan 'bencana nasional', memberikan izin kepada pemerintah untuk mendistribusikan bantuan dan menetapkan batas harga tertinggi untuk barang-barang pokok. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap bencana yang berlangsung saat ini.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa intensitas badai ini meningkat sebagai akibat dari perubahan iklim yang dipicu oleh kegiatan manusia. Mereka menyatakan bahwa laut yang lebih hangat memungkinkan topan untuk berkembang cepat, sementara atmosfer yang panas menampung lebih banyak kelembapan, sehingga meningkatkan curah hujan secara dramatis.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU