Pemerintah Indonesia berencana untuk membiayai utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa keterlibatan pemerintah dalam utang ini sedang dalam tahap pembahasan lebih lanjut.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Rosan menjelaskan bahwa skema ini melibatkan Public Service Obligation (PSO) yang akan menjadi tanggung jawab pemerintah. Ia juga menekankan peran konsorsium pengelola Whoosh dalam menanggung biaya operasional.
Pernyataan Rosan Perkasa Roeslani
Rosan Perkasa Roeslani menekankan bahwa keterlibatan pemerintah dalam proyek Whoosh adalah sangat penting, mengingat proyek ini berfungsi sebagai sarana transportasi publik. Ia menyatakan, "Untuk ke depannya mengenai Whoosh ini, nanti memang ada porsi yang memang Public Service Obligation akan ditanggung oleh pemerintah."
Dalam kesempatan tersebut, Rosan juga mencatat bahwa konsorsium pengelola Whoosh, yaitu Kereta Cepat Indonesia China, akan ikut bertanggung jawab dalam biaya operasional. "Ada juga yang sarananya nanti akan ditanggung oleh bersama-sama," tambahnya, menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah dan konsorsium.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Beban Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung
KCJB kini menghadapi tantangan keuangan yang signifikan, di mana laporan keuangan menunjukkan kerugian yang cukup besar. Berdasarkan laporan unaudited per 30 Juni 2025, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI) mencatat kerugian mencapai Rp 4,195 triliun sepanjang tahun 2024.
Setiap harinya, konsorsium BUMN Indonesia harus menanggung kerugian yang signifikan, yakni sebesar Rp 11,493 miliar. Tren ini berlanjut hingga semester pertama tahun 2025 dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,625 triliun.
Komitmen Pemerintah dan Tanggung Jawab Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan utang Whoosh. Ia memastikan bahwa utang sebesar Rp 1,2 triliun per tahun akan dibayarkan oleh pemerintah.
Prabowo mengungkapkan, "Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp 1,2 triliun per tahun," setelah peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta. Uang tersebut nantinya dialokasikan untuk kesejahteraan rakyat, yang diklaim berasal dari pengembalian dana kasus korupsi.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: