Rabu, 05 NOVEMBER 2025 • 10:43 WIB

Prabowo Umumkan Solusi Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh

Author

Prabowo Umumkan Solusi Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh

Polemik utang jumbo proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), Whoosh, mendapatkan titik terang baru. Presiden RI, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa uang rampasan dari koruptor akan digunakan untuk melunasi utang ini.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan pentingnya manfaat proyek bagi masyarakat dibandingkan dengan soal untung dan rugi. Dia juga menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas masalah utang ini.

Pernyataan Prabowo Terkait Tanggung Jawab Utang Whoosh

Pada peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Prabowo menyatakan, "Jadi saya sekarang tanggung jawab Whoosh. Whoosh itu, semua pabrik transportasi di seluruh dunia, jangan dihitung untung rugi, hitung manfaat nggak untuk rakyat." Pernyataan ini mencerminkan komitmennya untuk mengutamakan kepentingan publik.

Ia menambahkan, "Enggak usah khawatir ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah, saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya." Pernyataan ini memberikan sinyal positif bahwa pemerintah berupaya menjamin keberlanjutan proyek meskipun terdapat kontroversi.

Prabowo juga menekankan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar tidak khawatir terkait tantangan yang dihadapi. "Indonesia bukan negara sembarangan, saya hitung enggak masalah PT KAI nggak usah khawatir," imbuhnya.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Utang Siap Dilunasi dan Pemanfaatan Uang Rampasan

Guna mendukung pelunasan utang proyek Whoosh, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah akan mencairkan dana sebesar Rp 1,2 triliun per tahun. Ia menjelaskan, "Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp 1,2 triliun per tahun."

Dana yang akan digunakan untuk melunasi utang tersebut berasal dari rampasan aset-aset koruptor. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan utang sambil memanfaatkan sumber daya yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Dalam laporan keuangan, tercatat bahwa entitas anak KAI, PT PSBI, mengalami kerugian sebesar Rp 4,195 triliun sepanjang 2024. Angka ini mencerminkan tekanan finansial yang dihadapi oleh konsorsium BUMN terkait, yang menambah kompleksitas masalah utang proyek.

Analisis Dampak dan Prospek Proyek Whoosh

Proyek Kereta Cepat Whoosh diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Prabowo menegaskan bahwa pemikiran terkait proyek ini perlu dilihat dari segi kemajuan transportasi publik, bukan hanya fokus pada aspek keuangan.

Dalam konteks yang lebih luas, proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur transportasi di Indonesia. Pengembangan infrastruktur ini mendukung mobilitas rakyat, khususnya di pulau Jawa.

Prabowo menyerukan agar publik tidak hanya fokus pada data keuangan, tetapi juga mempertimbangkan manfaat sosial ekonomi yang bisa dihasilkan dari proyek-proyek semacam ini.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU