Sabtu, 01 NOVEMBER 2025 • 13:28 WIB

Kenangan Megawati Soekarnoputri tentang Pemakaman Bung Karno

Author

Kenangan Megawati Soekarnoputri tentang Pemakaman Bung Karno

Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia, mengungkap kenangan sulit saat keluarganya berjuang agar sang ayah, Soekarno, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan setelah wafat pada tahun 1970.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Dalam seminar internasional di Blitar, ia menjelaskan bahwa permohonan pemakaman tersebut ditolak oleh pemerintah Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

Penolakan Pemakaman di Taman Makam Pahlawan

Megawati Soekarnoputri mengungkapkan bahwa keluarga sempat melakukan permohonan formal agar Bung Karno dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Namun, permohonan tersebut ditolak oleh Presiden Soeharto, yang menerapkan kebijakan ketat terhadap warisan Orde Lama.

"Hanya untuk dimakamkan saja susahnya bukan main. Makanya kenapa beliau tidak seperti biasanya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, tapi beliau dimakamkan di sini," ungkap Megawati dalam seminar di Blitar.

Keputusan tersebut mencerminkan tantangan yang dihadapi keluarga Soekarno dalam mempertahankan warisan tokoh proklamator bangsa di tengah perubahan politik yang signifikan.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa

Sejarah Makam Bung Karno

Lokasi makam Bung Karno di Blitar dulunya merupakan taman pahlawan bagi prajurit Pembela Tanah Air (PETA) yang gugur. Kini, lokasi tersebut dihormati sebagai makam proklamator bangsa.

Megawati menjelaskan meskipun lokasi makam bukan Taman Makam Pahlawan secara resmi, tempat ini menyimpan makna historis yang dalam bagi perjuangan Indonesia.

"Di sini, supaya sejawat saya yang dari luar negeri tahu, ini sebetulnya dulu taman pahlawan dari banyak prajurit kami," tambah Megawati.

Makna Warisan Bung Karno

Ketua umum PDI Perjuangan, Megawati, menekankan bahwa keputusan Soeharto untuk menolak permintaan pemakaman di TMP merupakan simbol perjuangan bagi keluarganya. Kejadian ini menunjukkan betapa kompleknya situasi politik pada saat itu.

Meskipun menghadapi penolakan, Megawati merasa bangga karena makam Bung Karno kini menjadi tempat yang penting dalam perkembangan sejarah dan banyak dikunjungi masyarakat.

"Alhamdulillah, tempat ini sekarang menjadi sangat populer. Banyak orang datang ke sini, dan ini pun sekarang jadi aneh, taman makam pahlawan juga bukan, tapi lebih dikenal dengan makam proklamator bangsa, Bung Karno," jelasnya.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU