Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menteri untuk mencari solusi terkait utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh yang sedang diperdebatkan. Dalam rapat terbatas yang diadakan, fokus utama adalah mengatasi utang tersebut tanpa berdampak negatif pada perekonomian.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan bahwa arahan dari presiden melibatkan perhitungan detail dari beberapa opsi penyelesaian utang melalui kementerian terkait. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan transportasi publik tetap terjangkau dan berkualitas.
Arahan Presiden pada Rapat Terbatas
Rapat yang berlangsung di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, dihadiri oleh sejumlah menteri kunci. Dalam rapat tersebut, Prabowo meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, dan CEO Danantara Rosan Roeslani untuk menghitung opsi terbaik dalam menyelesaikan utang.
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa perhitungan detail dan pemetaan solusi menjadi krusial. "Kemarin dibahas. Pak Airlangga Menko, Menteri Keuangan, kemudian CEO Danantara, diminta untuk menghitung lagi detailnya," ungkap Prasetyo.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri
Kewajiban Pemerintah dalam Penyediaan Transportasi Publik
Prasetyo menilai terdapat tanggung jawab bersama dalam menyelesaikan utang proyek Whoosh. Ia menggarisbawahi bahwa, "Kewajiban kita semua, bukan cuma pemerintah, untuk menyediakan transportasi publik yang sebaik-baiknya."
Di samping itu, pemerintah menginginkan perbaikan sektor transportasi publik tidak hanya terbatas pada proyek Kereta Cepat ini. Negosiasi pembayaran utang diharapkan memberikan penyelesaian yang adil bagi semua pihak yang terlibat.
Langkah-langkah Negosiasi yang Ditempuh
Menanggapi situasi utang Whoosh, Menteri Keuangan Purbaya mengisyaratkan bahwa penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan dilakukan. Penanganan utang diserahkan kepada Danantara.
Dony Oskaria, COO Danantara, menyatakan bahwa negosiasi utang dengan pihak China akan segera dilakukan. "Kami akan bernegosiasi lagi untuk menentukan syarat-syarat pinjaman yang lebih baik," tegas Dony, menyoroti pentingnya kesepakatan mengenai jangka waktu pinjaman dan suku bunga.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: