Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 21:34 WIB

Mengungkap Tradisi Halloween dan Status Libur di Indonesia

Author

Mengungkap Tradisi Halloween dan Status Libur di Indonesia

Setiap 31 Oktober, Halloween menjadi ajang perayaan yang meriah, meskipun tidak resmi diakui sebagai hari libur di Indonesia. Banyak masyarakat yang tetap merayakannya dengan kostum unik dan dekorasi bertema horor.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Meskipun antusiasme masyarakat cukup tinggi, SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025 menyatakan bahwa tanggal tersebut tidak termasuk dalam daftar hari libur, yang berarti aktivitas perayaan akan tetap berlangsung seperti biasa.

Halloween di Indonesia dan Penetapan Tanggal Libur

Berdasarkan SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025, tanggal 31 Oktober tidak diakui sebagai tanggal merah di Indonesia. Ini menjelaskan bahwa Halloween tidak dijadikan sebagai hari libur nasional.

Situasi yang sama juga dihadapi selama bulan Oktober 2025, di mana tidak ada tanggal merah yang ditetapkan. Hanya ada dua tanggal merah yang tercatat pada bulan Desember 2025, yaitu pada tanggal 25 dan 26 untuk perayaan Natal.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Tradisi Halloween di Amerika Serikat

Halloween dirayakan setiap tahun di Amerika Serikat pada tanggal 31 Oktober, meskipun statusnya bukanlah hari libur. Perayaan ini ditandai dengan kostum, permen, dan perayaan yang meriah di seluruh AS.

Sebagaimana diungkapkan oleh situs National Today, meski bukan hari libur resmi, Halloween tetap menjadi momen yang sangat dinanti oleh banyak orang di Amerika. Masyarakat merayakan malam tersebut dengan berbagai cara, menciptakan suasana yang penuh keceriaan.

Asal Usul dan Sejarah Halloween

Merujuk pada situs History, asal mula Halloween berkaitan dengan festival Samhain dari bangsa Celtic kuno. Bangsa Celtic merayakan tahun baru pada tanggal 1 November, menandai akhir dari musim panas dan panen serta awal dari musim dingin yang sering diasosiasikan dengan kematian.

Malam sebelum tahun baru, yaitu tanggal 31 Oktober, dianggap sebagai waktu ketika batasan antara dunia orang hidup dan orang mati menjadi kabur. Para penganut Samhain meyakini bahwa arwah orang yang telah meninggal akan kembali mengunjungi rumah mereka, sehingga mereka menyalakan api unggun di puncak bukit untuk menakut-nakuti roh jahat dan mengenakan topeng agar tidak dikenali.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU