Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI akan segera menyidangkan dugaan pelanggaran etik terhadap anggota dewan nonaktif dari Fraksi Nasdem, Sahroni, beserta empat rekannya. Keputusan ini diambil setelah rapat internal MKD pada 29 Oktober 2025, di mana berkas perkara telah terdaftar dan perlu penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Pendaftaran dan Penyidikan Perkara
Ketua MKD DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, mengungkapkan bahwa perkara yang akan disidangkan telah terdaftar dengan nomor 39/PP/IX/2025 hingga 44/PP/IX/2025. Dalam keterangan persnya, Dek Gam menegaskan bahwa proses ini memenuhi ketentuan Tata Beracara MKD yang berlaku.
Pendaftaran yang resmi ini memastikan bahwa penanganan dugaan pelanggaran etik berlangsung transparan dan akuntabel. MKD berkomitmen untuk menjalankan proses ini sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik.
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Pembahasan dalam Rapat Internal
Rapat internal MKD yang berlangsung pada Rabu, 29 Oktober 2025, membahas perkembangan aduan yang masuk serta surat resmi yang diterima dari pihak yang bersangkutan. Dek Gam menjelaskan, "Rapat ditutup dengan penegasan bahwa MKD akan terus menjalankan tugas konstitusionalnya."
Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen lembaga untuk menegakkan etika di kalangan anggota DPR. MKD percaya bahwa setiap pengaduan akan ditindaklanjuti dengan serius demi menjaga integritas lembaga.
Status Nonaktif dan Kontroversi
Lima anggota DPR termasuk Sahroni dan Eko Patrio dinonaktifkan dari fraksi masing-masing karena pernyataan yang memicu kontroversi di publik, terkait isu kenaikan tunjangan perumahan. Kontroversi ini menyita perhatian publik dan menjadi bahan diskusi hangat di berbagai media.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa sidang perdana untuk lima anggota yang dinonaktifkan akan berlangsung pada tanggal yang sama dengan rapat internal MKD. Hal ini menandai langkah maju dalam proses penyelesaian masalah yang dinilai sensitif.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: