Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 13:54 WIB

Operasi Penggerebekan Berdarah di Rio de Janeiro Dapat Sorotan Internasional

Author

Operasi Penggerebekan Berdarah di Rio de Janeiro Dapat Sorotan Internasional

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva telah menyuarakan keprihatinan mendalam terkait tingginya angka korban tewas dalam operasi penggerebekan yang berfokus pada geng narkoba di Rio de Janeiro.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri

Insiden ini tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan dalam sejarah kota tersebut, memicu reaksi beragam dari masyarakat dan kalangan internasional.

Operasi Berdarah di Rio de Janeiro

Kantor pembela umum negara bagian Rio de Janeiro mengungkapkan bahwa setidaknya 132 orang tewas dalam operasi terbaru ini, menjadikannya salah satu yang paling fatal dalam sejarah kota.

Dalam pernyataan terbaru, pihak kepolisian menyebut total korban tewas mencapai 119 orang, yang terdiri dari 115 anggota geng dan empat petugas polisi.

Menteri Kehakiman Ricardo Lewandowski menegaskan bahwa Presiden merasa ngeri atas besarnya dampak insiden ini, mengingat operasi dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah federal.

“Presiden ngeri dengan banyaknya insiden fatal dan terkejut bahwa operasi sebesar ini dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah federal,” kata Lewandowski.

Reaksi Masyarakat dan Aktivis

Aktivis dan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat kepolisian dalam penggerebekan ini.

Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat

Pemerintah negara bagian Rio menyambut operasi ini sebagai langkah progresif untuk melawan geng Comando Vermelho, namun, kritik datang dari warga yang merasakan dampak langsung dari tindakan tersebut.

Seorang wanita yang tidak mau disebut namanya menyatakan, “Negara datang untuk pembantaian, itu bukan operasi (polisi). Mereka datang langsung untuk membunuh, untuk merenggut nyawa.”

Pernyataan ini menyoroti perdebatan mengenai sah tidaknya tindakan penggerebekan yang dilakukan dan dampak besar yang ditimbulkannya bagi masyarakat di sekitar.

Investigasi Internasional dan Tuntutan Transparansi

Sebagian pengacara dan aktivis mengklaim bahwa banyak korban tewas menunjukkan tanda-tanda eksekusi.

Raull Santiago, seorang aktivis berusia 36 tahun, mengungkapkan, “Ada orang-orang yang telah dieksekusi, banyak di antaranya ditembak di belakang kepala, ditembak di punggung.”

Pengacara Albino Pereira Neto menambahkan bahwa beberapa korban ditemukan dengan bekas luka bakar, dan dalam banyak kasus, terlihat bahwa mereka telah diikat sebelum ditembak.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, melalui juru bicaranya, menegaskan keprihatinan atas banyaknya korban dalam operasi ini dan mendesak perlunya investigasi menyeluruh untuk menjamin akuntabilitas.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU