Rabu, 29 OKTOBER 2025 • 21:24 WIB

Rapat Pimpinan Kemendikdasmen Bahas Pembelajaran Bahasa Portugis di Sekolah

Author

Rapat Pimpinan Kemendikdasmen Bahas Pembelajaran Bahasa Portugis di Sekolah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengumumkan rencana rapat pimpinan untuk membahas usulan pembelajaran bahasa Portugis di sekolah. Rapat ini dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober 2025 dan akan fokus pada implementasi mata pelajaran baru tersebut.

Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam

Usulan pelajaran bahasa Portugis datang dari Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, yang menyarankan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai lokasi uji coba. Hal ini disebabkan kedekatan historis NTT dengan negara-negara berbahasa Portugis.

Rapat Pimpinan Kemendikdasmen

Abdul Mu'ti menegaskan bahwa rapat pimpinan yang akan dilaksanakan bertujuan untuk membahas pembelajaran bahasa Portugis di sekolah. 'Insya Allah besok kami bahas itu (pada) rapat pimpinan,' ungkapnya usai acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia.

Rapat ini akan menilai berbagai usulan seputar pengajaran bahasa Portugis sebagai bagian dari kurikulum. Mendikdasmen juga mengindikasikan bahwa pembelajaran tersebut akan melibatkan kesiapan infrastruktur dan tenaga pengajar yang memadai.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Usulan dari Komisi X DPR RI

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengusulkan agar pembelajaran bahasa Portugis diuji coba di NTT. Ia menyebut bahwa NTT memiliki kedekatan historis dengan negara-negara berbahasa Portugis dan Timor Leste.

Hetifah menjelaskan, 'Pendekatan kontekstual ini akan memungkinkan proses pembelajaran menjadi lebih relevan, efektif, dan memberi manfaat nyata bagi peserta didik serta masyarakat setempat.'

Tanggapan Terhadap Usulan Pembelajaran

Mendikdasmen Mu'ti menanggapi bahwa kajian komprehensif terhadap pembelajaran bahasa Portugis akan dilakukan, termasuk muatan kurikulum dan kesiapan sumber daya pendukung lainnya.

Namun, anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triayana, memberikan pandangan skeptis terhadap usulan tersebut. Ia menganggap bahwa fokus pada bahasa Portugis mungkin tidak efektif, mengingat bahasa tersebut belum umum digunakan dalam pergaulan internasional.

Bonnie menyarankan agar pemerintah lebih baik memaksimalkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris terlebih dahulu.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU