Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 14:34 WIB

Tingkat Keterlibatan Anak dalam Judi Online Meningkat, Apa yang Bisa Dilakukan?

Author

Tingkat Keterlibatan Anak dalam Judi Online Meningkat, Apa yang Bisa Dilakukan?

Judi online di Indonesia kini menghadapi situasi yang memprihatinkan, terutama dengan keterlibatan anak-anak sekolah dasar yang semakin meningkat. Kepala Jampidum Kejagung RI, Asep Nana Mulyana, menegaskan data yang menunjukkan bahwa anak-anak semakin terpapar pada judi slot.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Asep menyoroti fakta bahwa meski dominasi pelaku judi online didominasi laki-laki, tren menunjukkan pertumbuhan peserta perempuan. Hal ini menjadi keprihatinan karena perjudian melibatkan tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang belum sepenuhnya memahami risiko yang ada.

Statistik dan Profil Pelaku Judi Online

Menurut Asep Nana Mulyana, hampir 98% pelaku judi online adalah laki-laki, namun persentase pelaku perempuan juga menunjukkan peningkatan. Hal ini mencerminkan adanya perubahan demografis yang perlu dicermati, terutama dengan keterlibatan anak-anak yang seharusnya fokus pada pendidikan.

Kejagung RI mencatat rentang usia pelaku judi online berkisar antara 28 hingga 50 tahun. Namun, fakta bahwa anak-anak, khususnya di tingkat sekolah dasar, ikut terjerat menjadi sorotan utama dalam permasalahan ini.

Judi online yang disajikan dalam bentuk permainan slot semakin menarik bagi pengguna, terutama anak-anak. Mereka yang tidak mengerti risiko yang dihadapi rentan terjebak dalam permainan ini.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa

Dampak Judi Online terhadap Anak

Fenomena judi di kalangan anak perlu ditangani secara serius karena berpotensi menimbulkan dampak negatif. Asep menegaskan, "Judi online itu bukan permainan, tapi perangkap yang menyengsarakan kita semua."

Keterlibatan anak dalam judi online bisa merusak pendidikan dan perkembangan psikologis mereka. Hal ini membawa dampak lebih jauh, termasuk masalah sosial dan kesehatan mental di masa depan.

Orang tua dan pendidik diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan. Edukasi mengenai risiko terkait judi online menjadi kunci untuk melindungi anak-anak dari pengaruh buruk.

Upaya Penegakan Hukum dan Edukasi

Dalam menghadapi masalah perjudian yang terus meluas, Jampidum mengintensifkan penegakan hukum. Ini termasuk rehabilitasi, pembinaan, dan juga penyitaan aset yang didapat dari judi ilegal.

Asep mengungkapkan, "Kami melakukan literasi" untuk memberi wawasan kepada masyarakat tentang bahaya judi. Sosialisasi ini dilakukan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di komunitas lainnya.

Pihak berwenang optimis dengan pendekatan edukasi dan penegakan hukum yang tepat. Ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya judi online dan mendorong mereka untuk menghindari jebakan yang ada.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU