Senin, 27 OKTOBER 2025 • 19:49 WIB

Penangkapan Tersangka Pencurian Bersejarah di Museum Louvre

Author

Penangkapan Tersangka Pencurian Bersejarah di Museum Louvre

Dua tersangka pencurian di Museum Louvre berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian Prancis di Bandara Charles de Gaulle pada Sabtu malam (25/10). Tersangka berusia sekitar 30-an tahun ini diduga berupaya melarikan diri ke Aljazair dan Mali setelah aksi pencurian yang menghebohkan.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Jaksa penuntut umum Paris mengonfirmasi bahawa penangkapan dilakukan setelah pelaku diawasi selama beberapa waktu terkait dugaan pencurian terorganisir. Hal ini menandai langkah signifikan dalam penyelidikan yang menyusul pencurian dramatis di salah satu museum paling terkenal di dunia.

Detail Pencurian di Museum Louvre

Pencurian terjadi pada Minggu pagi (19/10) ketika komplotan pelaku berhasil masuk melalui Galerie d'Apollon. Mereka menggunakan lift untuk mengangkut perabotan ke dalam gedung dan menyelesaikan aksi mereka hanya dalam waktu empat menit.

Selama pencurian, delapan barang bersejarah berhasil diambil, termasuk tiara dan kalung dari era Napoleon. Para pelaku melarikan diri dengan sepeda motor, meninggalkan beberapa barang di lokasi kejadian.

Insiden ini terjadi pada saat museum sudah buka untuk umum, dan pengunjung memenuhi lorong-lorong Louvre. Strategi dan peralatan listrik yang baik memungkinkan pelaku menjalankan aksinya dengan cepat tanpa terdeteksi.

Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Proses Penangkapan dan Analisis Forensik

Setelah peristiwa pencurian, kepolisian Prancis melakukan penyelidikan intensif. Barang-barang yang ditinggalkan oleh para pelaku, termasuk sarung tangan dan rompi, berhasil dikumpulkan untuk analisis.

Jaksa menyebutkan bahwa saat ini lebih dari 150 sampel DNA, sidik jari, dan jejak lainnya sedang dianalisis di laboratorium forensik. Penangkapan pertama terjadi pada pukul 10 malam di Bandara Charles de Gaulle.

Kedua pelaku dikabarkan memiliki rencana kabur ke negara lain, yang menunjukkan adanya perencanaan matang sebelum aksi pencurian dilakukan.

Barang-Barang yang Dicuri dan Relevansinya

Barang-barang yang dicuri dari Museum Louvre mencakup harta karun sejarah Prancis. Di antaranya terdapat tiara Ratu Marie-Amelie dan kalung perhiasan, serta anting dan bros dari Permaisuri Eugenie.

Pencurian ini menciptakan catatan hitam dalam keamanan museum ternama yang dikenal dengan koleksi seni dan budaya yang berharga. Penangkapan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan serta meningkatkan keamanan bagi museum dan pengunjung.

Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian di Prancis, tetapi juga menarik perhatian internasional karena nilai historis barang yang dicuri serta metode komplotan pencuri.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU