Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 23:47 WIB

Mengungkap Fenomena Santet di Indonesia: Antara Mitos dan Kenyataan

Author

Mengungkap Fenomena Santet di Indonesia: Antara Mitos dan Kenyataan

Santet menjadi salah satu topik yang banyak diperbincangkan dalam masyarakat Indonesia, menciptakan ketakutan di kalangan orang-orang yang percaya akan kekuatan gaib tersebut. Diskusi mengenai keberadaannya terus bergulir, perlahan-lahan menggali realitas di balik mitos ini.

Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dalam tradisi lokal, santet tidak sekadar dianggap sihir, tapi juga memiliki akar budaya yang mendalam. Hal ini menimbulkan berbagai pandangan dan keyakinan yang beragam di kalangan masyarakat.

Definisi dan Asal Usul Santet

Santet adalah praktik sihir yang diyakini dapat membahayakan orang lain melalui kekuatan gaib. Asal usulnya bisa ditelusuri ke berbagai budaya di Indonesia, di mana setiap daerah memiliki cara dan tradisi tersendiri.

Secara etimologi, kata 'santet' berasal dari bahasa Jawa yang berarti 'menyentuh' atau 'menyerang'. Dalam konteks ini, santet menjadi sinonim untuk segala bentuk serangan spiritual yang dianggap bisa merugikan.

Berbagai kepercayaan tentang santet mencerminkan keragaman budaya yang ada di Indonesia. Misalnya, di daerah Bali, ada dewasa yang menggunakan ajaran Dewata untuk melindungi diri dari serangan ini.

Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Mitos dan Kepercayaan yang Beredar

Banyak mitos yang beredar mengenai santet, di mana sejumlah orang percaya bahwa praktik ini dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu, bahkan tanpa sepengetahuan korban. Kepercayaan ini memperkuat rasa was-was dalam masyarakat.

Seseorang bisa merasa terancam oleh aksi santet meski tidak ada bukti konkret. Terlebih, ada yang menganggap bahwa wajah orang yang terkena santet bisa mengalami perubahan.

Dalam pandangan sebagian masyarakat, benda-benda tertentu seperti rambut atau kuku dapat menjadi media untuk melakukan santet. Ini menunjukkan kepolosan dan ketidakpastian yang sering mengelilingi topik ini.

Dampak Sosial dan Budaya

Dampak santet terhadap kehidupan sosial sangat signifikan. Di beberapa tempat, orang-orang yang dianggap memiliki kemampuan santet sering dihindari atau bahkan dijauhi oleh masyarakat.

Ketakutan akan santet dapat mendorong tindakan ekstrem seperti pengasingan atau bahkan kekerasan terhadap orang-orang yang dicurigai. Ini menunjukkan bahwa mitos sering kali memicu stigma yang berbahaya.

Di sisi lain, fenomena santet juga menjadi bagian dari kesenian lokal, seperti dalam seni peran dan tari. Ini menjadi refleksi bagaimana masyarakat merespons dan menyikapi mitos yang berkembang.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU