Kamis, 23 OKTOBER 2025 • 16:50 WIB

Pentingnya Tindakan Pertama pada Serangan Jantung di Indonesia

Author

Pentingnya Tindakan Pertama pada Serangan Jantung di Indonesia

Serangan jantung adalah kondisi darurat yang memerlukan tindakan cepat dari orang di sekitarnya. Mengetahui langkah-langkah pertolongan pertama dapat menjadi penentu antara hidup dan mati.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Di Indonesia, kesadaran akan gejala dan tanda-tanda serangan jantung masih rendah. Oleh karena itu, penting untuk membahas langkah-langkah yang tepat untuk diambil dalam situasi kritis ini.

Memahami Gejala Serangan Jantung

Gejala serangan jantung bisa bervariasi, namun beberapa tanda umum sering muncul. Rasa nyeri di dada, sulit bernapas, dan keringat berlebih adalah beberapa indikator yang sering dilaporkan.

Seringkali, serangan jantung juga disertai rasa tidak nyaman di bagian tubuh lainnya, seperti lengan, punggung, leher, atau rahang. Mengenali tanda-tanda ini sangat penting agar tindakan cepat dapat diambil.

Masyarakat perlu lebih sadar akan gejala ini, terutama pria dan wanita di atas usia 40 tahun. Menjaga kesehatan jantung melalui gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko serangan jantung.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Langkah Pertolongan Pertama

Jika seseorang mengalami tanda-tanda serangan jantung, hal pertama yang harus dilakukan adalah segera memanggil bantuan medis. Namun, ada beberapa langkah yang bisa diambil sambil menunggu bantuan datang.

Pertama, dorong korban untuk duduk atau berbaring dengan posisi nyaman. Ini dapat membantu mengurangi beban kerja jantung.

Dalam beberapa kasus, pemberian aspirin bisa membantu. Aspirin dapat mengencerkan darah dan mempermudah aliran darah ke jantung, tetapi pastikan korban tidak alergi terhadap obat tersebut.

Pentingnya CPR dan Defibrillator

Jika korban mengalami kehilangan kesadaran dan tidak bernapas, langkah selanjutnya adalah melakukan CPR. Teknik ini sangat penting untuk menjaga aliran darah hingga bantuan medis tiba.

Pendekatan CPR yang benar melibatkan kompresi dada yang kuat dan cepat. Ini bertujuan untuk mengalirkan darah ke otak dan organ vital lainnya.

Defibrillator eksternal otomatis (AED) juga sangat berguna dalam situasi darurat. Alat ini bisa membantu mengembalikan irama jantung yang normal dengan memberikan kejutan listrik.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU