FA Thailand Akhiri Kerja Sama dengan Masatada Ishii, Shin Tae-yong Jadi Kandidat Kuat Pengganti
Federasi Sepak Bola Thailand telah mengakhiri kerja sama dengan pelatih Masatada Ishii, meski baru-baru ini ia membawa tim meraih dua kemenangan melawan Taiwan.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi
Kini, Shin Tae-yong, mantan pelatih Timnas Indonesia, muncul sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengisi posisi pelatih timnas Thailand.
FA Thailand Mencari Pengganti Masatada Ishii
FA Thailand secara resmi mengumumkan pemecatan Masatada Ishii pada 21 Oktober 2025. Hal ini terjadi setelah pelatih asal Jepang tersebut dianggap gagal memenuhi ekspektasi federasi, meskipun baru saja membawa tim meraih dua kemenangan.
Dengan dua laga penting melawan Singapura dan Sri Lanka yang dijadwalkan pada bulan November, FA Thailand bergerak cepat dalam pencarian pelatih baru untuk mempersiapkan tim.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens
Proses Seleksi Pelatih Baru
Wakil Presiden FA Thailand, Dr. Chanwit Pholchivin, mengonfirmasi bahwa proses seleksi pelatih baru telah dimulai. Dalam wawancaranya, Chanwit menyatakan, 'Ia ingin proses ini selesai minggu ini, dengan pengumuman paling lambat awal minggu depan.'
Keinginan untuk segera menemukan pengganti Ishii menunjukkan urgensi dalam persiapan tim menjelang dua pertandingan penting mendatang.
Shin Tae-yong Masuk Daftar Kandidat
Shin Tae-yong diidentifikasi sebagai salah satu dari tujuh kandidat pelatih yang dipertimbangkan untuk menjabat pelatih timnas Thailand. Ia bersaing dengan sejumlah pelatih ternama lainnya dalam industri sepak bola.
Laporan mengungkapkan bahwa Shin sudah mendapatkan rekomendasi dari banyak pihak, termasuk penggemar melalui media sosial, berkat rekam jejaknya yang mengesankan di level Asia.
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: