Senin, 20 OKTOBER 2025 • 19:52 WIB

Zelensky: Putin Lebih Berbahaya dari Hamas dalam Upaya Mengakhiri Perang di Ukraina

Author

Zelensky: Putin Lebih Berbahaya dari Hamas dalam Upaya Mengakhiri Perang di Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengingatkan bahwa Vladimir Putin lebih kuat dibandingkan Hamas dalam usaha menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR

Pernyataan tersebut disampaikan Zelensky dalam wawancara dengan NBC, di mana dia juga mendesak Donald Trump untuk meningkatkan tekanannya terhadap Putin.

Zelensky: Putin Lebih Berbahaya dari Hamas

Dalam wawancaranya di acara 'Meet the Press', Zelensky menegaskan bahwa Putin merupakan tentara kedua terkuat di dunia dan lebih berbahaya dibandingkan kelompok militan Hamas.

"Ya, dan bahkan lebih keras lagi karena Putin memang mirip, tetapi lebih kuat daripada Hamas. Ini perang yang lebih besar, dan dia adalah tentara kedua di dunia," ujar Zelensky.

Ia menambahkan bahwa peningkatan tekanan terhadap Putin krusial untuk mencapai gencatan senjata yang adil.

"Dan itulah mengapa ada lebih banyak tekanan," lanjutnya.

Kunjungan ke Washington dan Permintaan Rudal Tomahawk

Kunjungan Zelensky ke Washington belum membuahkan hasil yang diharapkan, setelah dia gagal mengamankan pengiriman rudal jarak jauh Tomahawk.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Dalam pertemuannya dengan Trump, Zelensky berharap untuk menciptakan momen diplomatik, mendukung rasa frustrasi Trump terhadap Putin setelah pertemuan puncak di Alaska yang tidak produktif.

Namun, Trump lebih mementingkan kesepakatan damai di Gaza daripada memenuhi permintaan rudal dari Ukraina.

Zelensky kembali ke Ukraina tanpa mendapatkan dukungan yang diharapkannya.

Pentingnya Perundingan yang Melibatkan Ukraina

Zelensky juga menekankan pentingnya partisipasi Ukraina dalam perundingan mendatang antara Trump dan Putin di Budapest.

"Jika kita benar-benar menginginkan perdamaian yang adil dan abadi, kita membutuhkan kedua belah pihak dalam tragedi ini," katanya.

"Ya, ia seorang penjajah, tetapi Ukraina sedang menderita dan berjuang. Dan, tentu saja, bagaimana mungkin (ada) beberapa kesepakatan tanpa melibatkan kita?" tambahnya.

Situasi di Ukraina semakin memburuk, dengan peningkatan serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil menjelang datangnya musim dingin.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU