Kamis, 16 OKTOBER 2025 • 17:46 WIB

Kehabisan Stok BBM, Vivo Energy Indonesia Minta Maaf kepada Pelanggan

Author

Kehabisan Stok BBM, Vivo Energy Indonesia Minta Maaf kepada Pelanggan

PT Vivo Energy Indonesia secara resmi mengumumkan kehabisan stok bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mereka sejak 15 Oktober 2025.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar

Pengumuman ini disampaikan melalui akun media sosial Instagram resmi perusahaan, di mana mereka juga meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak oleh situasi ini.

Kondisi Terkini Ketersediaan BBM

Saat ini, Vivo hanya memiliki stok untuk jenis diesel yang dijual dengan label Diesel Primus Plus. Mereka menyatakan bahwa informasi mengenai ketersediaan bahan bakar akan terus diperbarui melalui tautan resmi yang disediakan.

Dalam pengumumannya, Vivo menegaskan, "Kami terus berupaya menyediakan produk BBM berkualitas agar dapat kembali melayani kamu secepatnya." Ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga hubungan baik dengan pelanggan.

Sebagai langkah sementara, pemerintah menawarkan solusi untuk mengimpor BBM menggunakan kuota yang dialokasikan untuk Pertamina. Namun, negosiasi terkait kesepakatan ini masih berlangsung karena terdapat perbedaan spesifikasi BBM yang diperlukan oleh perusahaan swasta.

Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam

Latar Belakang Permasalahan Stok BBM

Kelangkaan BBM yang dialami oleh Vivo dan beberapa perusahaan swasta lainnya telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah pergeseran konsumen yang beralih dari SPBU Pertamina ke SPBU swasta.

Pergeseran ini banyak dipengaruhi oleh isu dugaan korupsi dalam tata kelola penjualan minyak yang populer disebut "BBM oplosan." Fenomena ini menciptakan keresahan di kalangan konsumen dan berdampak negatif pada kinerja SPBU.

Vivo tidak dapat menambah pasokan BBM di SPBU mereka karena kuota impor yang ditetapkan secara khusus untuk setiap perusahaan sejak awal tahun.

Langkah-Langkah yang Diambil Perusahaan

Vivo sebelumnya membatalkan rencana impor BBM melalui Pertamina. Hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian komposisi BBM yang mengandung etanol dengan standar yang dibutuhkan perusahaan.

Baru-baru ini, Vivo bersama perusahaan penjual BBM lainnya seperti APR dan AKR mengadakan negosiasi dengan Pertamina untuk memfasilitasi proses impor. Ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi kelangkaan yang saat ini terjadi.

"Vivo, APR, dan AKR sudah sepakat untuk menindaklanjuti pembicaraan lebih teknis," ujar Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun. Penegasan ini menunjukkan bahwa ada upaya positif untuk mencari jalan keluarnya.

Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU