Rabu, 15 OKTOBER 2025 • 17:31 WIB

Aksi Mogok Siswa SMAN 1 Cimarga Setelah Penamparan oleh Kepala Sekolah

Author

Aksi Mogok Siswa SMAN 1 Cimarga Setelah Penamparan oleh Kepala Sekolah

Peristiwa penamparan siswa oleh Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, memicu aksi mogok ratusan siswa yang tidak hadir di sekolah sejak 13 Oktober 2025.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri

Kasus ini berawal dari teguran kepada siswa yang ketahuan merokok, yang mengakibatkan keputusan penonaktifan Dini oleh pemerintah provinsi.

Aksi Mogok Siswa

Sekitar 630 siswa di SMAN 1 Cimarga melakukan aksi mogok sebagai bentuk protes terhadap tindakan Dini Fitria yang diduga menampar seorang siswa karena merokok.

Dini Fitria menjelaskan, "Semuanya sekitar 630 murid. Kami sudah koordinasi dengan wakasek agar kegiatan belajar mengajar tetap kondusif, tetapi ternyata anak-anak punya cerita sendiri."

Aksi mogok ini menjadi viral di media sosial, ketika foto spanduk bertuliskan, "Kami tidak akan sekolah sebelum kepsek dilengserkan" tersebar luas dalam jaringan.

Spanduk tersebut kemudian dicopot oleh pihak sekolah, tetapi dampak dari insiden ini telah menciptakan ketegangan antara siswa dan pihak sekolah.

Insiden Awal dan Tindakan Hukum

Insiden yang memicu aksi mogok terjadi pada Jumat, 10 Oktober 2025, saat Dini menegur seorang siswa yang kedapatan merokok di area sekolah.

Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dini menyatakan, "Saya kecewa bukan karena dia merokok, melainkan karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi."

Setelah peristiwa tersebut, orangtua siswa bernama Tri Indah Alesti melaporkan Dini Fitria ke polisi, yang kini sedang dalam tahap penyelidikan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lebak.

Proses hukum ini menambah kompleksitas situasi, seiring dengan semakin banyaknya dukungan dan protes dari kalangan siswa.

Penonaktifan Kepala Sekolah dan Tanggapan dari Pemerintah

Puncak dari peristiwa ini terjadi pada 14 Oktober 2025, ketika Pemerintah Provinsi Banten melalui Kantor Cabang Dinas Pendidikan Lebak resmi menonaktifkan Dini Fitria dari jabatannya.

Kepala KCD Pendidikan Lebak, Gugun Nugraha, mengonfirmasi keputusan ini dengan mengatakan, "Iya, karena siswa tersebut merokok tetapi tidak mengaku. Pengakuannya tidak keras, tapi memang ada bahasa dari kepala sekolah yang tidak pantas."

Gugun juga mengimbau agar para siswa kembali bersekolah dan seluruh tenaga pendidik menjaga profesionalisme untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Pernyataan ini menunjukkan upaya pemerintah dalam mengatasi situasi dan menjaga keharmonisan di lingkungan sekolah.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU