Proses penuaan tidak hanya berdampak pada fisik tetapi juga fungsi kognitif. Ada sejumlah tanda yang bisa jadi pertanda bahwa otak mengalami penuaan lebih cepat dari yang seharusnya.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Menurut Dr. Vassily Eliopoulos, pakar umur panjang dan kesehatan otak, banyak dari tanda-tanda ini sering kali diabaikan, dianggap sebagai efek dari stres atau kelelahan sehari-hari.
Tanda-Tanda Peringatan Dini
Salah satu tanda awal dari penurunan fungsi kognitif adalah merasa cepat lelah saat berbicara, bahkan saat obrolan ringan. Dr. Vassily menjelaskan bahwa interaksi sosial seharusnya menjadi stimulasi positif bagi otak yang sehat.
Ketika neuron mengalami overdrive atau peradangan tinggi, diskusi ringan sekalipun bisa menyebabkan kelelahan mental. Indikasi ini sering berkaitan dengan kurang tidur, stres, atau kekurangan nutrisi.
Sering lupa kata-kata yang akan diucapkan juga merupakan sinyal yang patut diwaspadai. Menurut Dr. Vassily, ini berkaitan dengan 'celah pengambilan', di mana informasi terjaga tetapi jalur saraf mengingatnya lemah karena berkurangnya aktivitas neurotransmiter yang penting.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Perubahan Emosional dan Sensori
Kenampakan iritabilitas tanpa alasan jelas bisa menampilkan adanya neuroinflamasi. Hormon stres yang tinggi terlalu lama dapat mengganggu pusat pengaturan emosi di otak.
Meningkatnya sensitivitas terhadap kemarahan dan frustrasi dapat mempercepat penuaan otak melalui kerusakan koneksi saraf. Pengalaman merasa lelah meskipun cukup tidur menunjukkan beban kerja otak yang berlebihan.
Inefisiensi tidur kronis bisa menyebabkan penumpukan plak amiloid, yang berkaitan dengan risiko penyakit Alzheimer, kondisi serius yang perlu diwaspadai.
Kesehatan Mental dan Pola Makan
Perubahan sensitivitas terhadap kebisingan dan cahaya adalah petunjuk lain yang patut dicatat. Sistem saraf yang hiperreaktif mencerminkan filter sensorik otak yang menurun, biasa terjadi pada individu dengan stres kronis atau sering terpapar layar.
Kejernihan mental yang berkurang setelah makan bisa disebabkan oleh fluktuasi glukosa atau peradangan usus-otak. Dr. Vassily memperingatkan bahwa konsumsi gula dan karbohidrat olahan dapat memperlambat fungsi mental karena lonjakan insulin.
Kebingungan di lingkungan yang dikenal juga merupakan sinyal peringatan. Ini sering terlihat ketika hipokampus menyusut akibat stres atau kurangnya stimulasi mental, berdampak pada kemampuan navigasi dan ingatan.
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: