Polda Metro Jaya kini sedang menyelidiki dugaan kebocoran data pribadi ratusan ribu anggota Polri yang diduga dilakukan oleh seorang peretas bernama Bjorka.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait kasus ini dan sedang melakukan penelusuran lebih lanjut.
Latar Belakang Kasus Kebocoran Data
Kebocoran data anggota Polri menarik perhatian publik setelah Teguh Aprianto, ahli keamanan siber, mengunggah informasi ke media sosial. Unggahan tersebut menyatakan bahwa Bjorka mengklaim telah membocorkan data lengkap mengenai 341.800 anggota Polri.
Data yang diduga bocor ini mencakup nama lengkap, pangkat, satuan tugas, nomor telepon, dan alamat surel. File awal yang berukuran 9 MB dalam format terkompresi dilaporkan membesar hingga 40 MB setelah diekstrak.
Kejadian ini menandakan tantangan besar dalam hal perlindungan data pribadi di lingkungan instansi pemerintah, terutama dalam menghadapi serangan dunia maya.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Pernyataan Pihak Kepolisian
AKBP Reonald Simanjuntak menjelaskan bahwa pihak kepolisian masih dalam tahap pengecekan untuk memastikan keabsahan dugaan kebocoran data tersebut. 'Saya baru dengar. Saya cek dahulu,' ungkapnya saat dihubungi.
Reonald menambahkan bahwa perlu waktu untuk memverifikasi data yang dilaporkan bocor dan menekankan bahwa insiden ini sedang didalami oleh unit terkait di Polda Metro Jaya.
Kepolisian berkomitmen untuk meneliti insiden ini hingga tuntas demi menjaga integritas dan keamanan data anggota.
Reaksi dari Bjorka
Dalam pernyataan yang disampaikan ke publik, Bjorka mengklaim bahwa kebocoran data ini merupakan respons terhadap informasi bahwa dirinya telah ditangkap oleh aparat kepolisian. 'Since the police in Indonesia allege that they have arrested me, I have decided to disclose this data as a surprise for them,' tulisnya di forum gelap.
Reaksi tersebut menunjukkan tantangan baru bagi pihak kepolisian dalam hal mencegah kebocoran data dan menjaga keamanan informasi, terutama dalam situasi di mana aksi cybercrime semakin meningkat.
Kepolisian juga menekankan pentingnya keselamatan data dan keamanan informasi di kalangan instansi pemerintah, serta komitmen untuk menyelidiki insiden ini secara menyeluruh.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: