Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 13:45 WIB

Ancaman Teror di Tiga Sekolah Internasional di Tangerang Selatan dan Jakarta Utara

Author

Ancaman Teror di Tiga Sekolah Internasional di Tangerang Selatan dan Jakarta Utara

Tiga sekolah internasional di Tangerang Selatan dan Jakarta Utara menjadi target ancaman bom melalui pesan WhatsApp oleh pelaku yang tidak dikenal. Pesan tersebut menuntut tebusan sebesar USD 30 ribu dalam bentuk cryptocurrency dengan ancaman bahwa bom akan meledak jika tuntutan tidak dipenuhi.

Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer

Di antara sekolah yang terancam adalah Jakarta Nanyang School, Mentari Intercultural School, dan North Jakarta Intercultural School. Kepolisian setempat telah melakukan sterilisasi namun tidak menemukan bahan peledak di lokasi.

Detail Ancaman Teror di Sekolah Internasional

Pesan yang diterima oleh ketiga sekolah menunjukkan kesamaan dalam format dan isi yang mencolok. Pelaku mengklaim telah menempatkan bom dan memberikan waktu 45 menit untuk memenuhi permintaan tebusan.

'Pesan ini untuk semua orang, kita telah memasang bom di sekolah kalian. Bom tersebut akan meledak dalam 45 menit. Bila kamu tidak setuju untuk membayar kami senilai USD 30.000 ke alamat bitcoin kami,' ungkap pelaku dalam pesan yang berhasil ditangkap layar.

Ancaman lebih lanjut mencakup pernyataan bahwa jika tebusan tidak dibayarkan, bom akan diledakkan. 'Bila kamu tidak mengirimkan uang tersebut, kami akan segera meledakkan perangkat itu. Telepon polisi kami akan meledakkan perangkat di tempat itu,' tambah pelaku.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Tindakan Kepolisian dan Hasil Sterilisasi

Setelah menerima laporan, kepolisian setempat segera merespons dengan melakukan sterilisasi di ketiga sekolah tersebut. Kompol Seto Handoko, Kapolsek Kelapa Gading, mengonfirmasi bahwa nomor yang digunakan untuk mengirim pesan berasal dari Nigeria.

Jajaran kepolisian dari Polres Tangsel dan Polsek Kelapa Gading melakukan pengecekan menggunakan tim penjinak bom. 'Pujian Tuhan, hasilnya juga tidak ditemukan bahan peledak atau bom dan sejenisnya,' jelas AKBP Victor Inkiriwang, Kapolres Tangsel.

Sterilisasi di North Jakarta Intercultural School juga tidak menemukan bom, menunjukkan bahwa ancaman tersebut mungkin tidak aktual.

Pelacakan dan Hasil Investigasi Terhadap Permintaan Tebusan

Polsek Kelapa Gading telah berkomunikasi dengan asosiasi terkait cryptocurrency untuk menelusuri alamat dompet yang diberikan oleh pelaku. Hasil investigasi mengindikasikan bahwa alamat tersebut tidak valid dan tidak terdaftar di bursa kripto di Indonesia.

'Hasil koordinasi dengan Pak Mohammad Naufal Alvira selaku Vice Chairman of Crypto Asset menunjukkan bahwa wallet address yang dimaksud tidak ditemukan,' ungkap Kompol Seto.

Dengan tidak adanya jejak untuk pelacakan dana yang diminta, hal ini menunjukkan bahwa ancaman mungkin tidak terorganisir dengan baik dan tidak memiliki dukungan yang solid.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU