Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 11:06 WIB

Romahurmuziy Minta Maaf Atas Kegaduhan Dualisme di PPP

Author

Romahurmuziy Minta Maaf Atas Kegaduhan Dualisme di PPP

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, telah menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi akibat dualisme kepemimpinan dalam partai.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Pernyataan ini muncul setelah kesepakatan islah antara kubu Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto, yang diharapkan dapat mengakhiri konflik internal.

Konteks Dualisme Kepemimpinan di PPP

Persoalan dualisme kepemimpinan di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah menjadi sorotan setelah konflik antara kubu Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto. Ketidakpastian kepemimpinan ini menyebabkan perhatian publik meningkat dan berimbas pada citra partai.

Romahurmuziy, yang pernah menjabat sebagai ketua umum, mengonfirmasi bahwa islah telah tercapai antara kedua pihak. Dia berharap rekonsiliasi dapat menghindari langkah hukum yang hanya akan menambah kerumitan bagi partai.

Beberapa waktu lalu, kegaduhan ini mencuat dan menjadi pemberitaan utama. Hal ini memicu Rommy merasa perlu untuk meminta maaf kepada masyarakat demi menjaga kepercayaan terhadap partai.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Pernyataan Romahurmuziy dan Imbauan kepada Kader

Dalam pernyataannya, Rommy menekankan pentingnya konsolidasi internal dan dorongan pada kader untuk menyelesaikan permasalahan yang berkepanjangan. 'Mari bersatu kembali, fokus konsolidasi partai, dan merengkuh kembali simpati publik,' tegasnya.

Romahurmuziy juga berpesan agar kader tidak menggugat kepengurusan Mardiono sebagai ketua umum yang baru terpilih. 'Mohon jangan lagi ada gugat-menggugat secara hukum agar PPP kembali kondusif,' imbuh Rommy.

Dengan semangat baru setelah islah, Rommy berharap semua fungsionaris PPP dapat menyambut positif kesepakatan yang diambil demi kemajuan partai ke depannya.

Dukungan dari Kementerian Hukum

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Supratman Andi Agtas, memberikan konfirmasi bahwa islah ini sepenuhnya merupakan inisiatif internal partai. Ia menambahkan bahwa tidak ada intervensi dari pihak luar dalam proses ini.

'Ini inisiatif dari teman-teman semua di internal PPP,' ujar Supratman. Ia mengingatkan bahwa momentum ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah yang ada secara efektif.

Dengan berakhirnya dualisme, Mardiono kini secara resmi menjabat sebagai ketua umum untuk periode 2025-2030, sementara Agus Suparmanto akan menjabat sebagai wakil ketua umum. Ini menandai stabilitas baru bagi PPP.

Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU