Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan teguran kepada Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, akibat tingginya inflasi di daerahnya yang mencapai 5,32 persen secara tahunan. Angka ini menjadikannya sebagai inflasi tertinggi di Indonesia.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Peringatan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diadakan secara virtual dan disiarkan melalui YouTube, menekankan pentingnya perhatian dari para gubernur.
Inflasi Sumatra Utara dan Respons Kemendagri
Kemendagri mencatat peningkatan tajam inflasi di Sumatra Utara, yang mengharuskan para gubernur, termasuk Bobby Nasution, mengambil langkah-langkah cepat dan efektif. Tomsi Tohir menekankan pentingnya perhatian dari kepala daerah, khususnya pada sepuluh provinsi dengan inflasi tertinggi di Indonesia.
Dalam pernyataan resmi, dia menyoroti bahwa provinsi lain, seperti Papua Pegunungan yang menghadapi tantangan geografi, berhasil mencatatkan inflasi lebih rendah pada angka 3,55 persen. Hal ini menegaskan bahwa faktor inflasi tidak hanya ditentukan oleh kondisi geografis, tetapi juga oleh kebijakan manajemen pemerintah daerah.
"Kami mohon menjadi perhatian para gubernur, khususnya 10 provinsi tertinggi," ujar Tomsi, menekankan tanggung jawab kepala daerah dalam menangani masalah ini.
Tomsi menambahkan, "Teman-teman kepala daerah dan pemerintah daerah harus bekerja keras, daerah yang merah-merah ini. Kenapa? Karena yang lain bisa, gitu loh, yang lain bisa (menekan inflasi)."
Tindakan Nyata yang Diperlukan
Kemendagri mendesak kepala daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dinas-dinas yang mereka pimpin dalam rangka menanggulangi inflasi. "Bagi kepala daerah, kalau umpamanya dinas-dinasnya tidak bergerak, mungkin selayaknya untuk dievaluasi," tegas Tomsi, seraya mengingatkan pentingnya evaluasi yang proaktif.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Ia juga menyoroti bahwa upaya nyata dan maksimal harus diambil untuk mengatasi masalah inflasi, bukan hanya bergantung pada faktor eksternal. "Kita bekerja di sini setiap minggu meluangkan waktu 3 jam untuk mengabdikan diri kepada masyarakat," imbuhnya.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat pernyataan Kemendagri, melaporkan inflasi di Sumatra Utara sebagai yang tertinggi di Indonesia. Pada bulan September 2025, inflasi tercatat mencapai 2,65 persen secara year on year, dengan Sumatra Utara menempati posisi teratas dengan 5,32 persen.
Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS, mengungkapkan bahwa sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya menunjukkan inflasi terbesar, dengan kenaikan harga mencapai 9,59 persen.
Analisis Penyebab Inflasi Tinggi
Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan harga signifikan, berkontribusi 5,01 persen dalam inflasi tahunan. Ini adalah indikasi bahwa permasalahan inflasi di Sumatra Utara melibatkan berbagai sektor dan memerlukan tindakan komprehensif dari pemerintah daerah.
Dalam analisis yang lebih luas, inflasi 2,65 persen ini juga diperparah oleh kenaikan harga emas, yang berperan dalam tekanan inflasi di area lain. Data menunjukkan bahwa inflasi adalah isu serius yang harus direspons secara cepat oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Teguran dari Kemendagri tidak hanya ditujukan untuk Sumatra Utara, tetapi juga kepada sembilan gubernur lainnya yang menghadapi situasi serupa. Di harapkan strategi pengendalian inflasi yang lebih proaktif bisa diterapkan untuk meringankan beban masyarakat.
Dengan langkah-langkah yang efektif, Kemendagri berharap dapat menekan tingkat inflasi tinggi dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat luas.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: