Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin, mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang ambruk menyebabkan 67 orang meninggal, berusia 125 tahun.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Ia menegaskan bahwa banyak pesantren tua tidak memiliki perencanaan memadai karena keterbatasan anggaran.
Kondisi Terkini dan Tindakan Pemerintah
Cak Imin menyatakan bahwa ponpes tua umumnya tidak dapat lagi mendukung infrastruktur yang aman. Dalam situasi darurat, mereka lebih rentan terhadap insiden seperti ambruk.
Ia berjanji akan melakukan evaluasi terhadap kondisi pesantren berusia lebih dari 100 tahun dan mengumpulkan data terkait untuk tindakan pencegahan.
Langkah ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap keamanan pendidikan agama di Indonesia, terutama di lembaga yang berusia sangat tua.
Ikhtiar untuk menyelamatkan pondok pesantren yang berisiko akan melibatkan kerja sama antara Kementerian Agama dan berbagai kementerian.
Pentingnya Pendataan dan Prioritas Penanganan
Cak Imin menjelaskan bahwa saat ini terdapat 344.130 pondok pesantren di Indonesia, dengan jumlah santri mencapai 9,8 juta.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Ia menggarisbawahi perlunya pendataan yang lebih sistematis untuk mengidentifikasi pesantren-pesantren sangat tua dan rawan ambruk.
Dengan kondisi bangunan yang semakin meningkat, pemerintah diharapkan memberikan perhatian lebih pada infrastruktur yang memadai.
Prioritas akan diberikan kepada pesantren yang sudah berumur dan dalam kondisi yang memerlukan renovasi mendesak.
Evaluasi Ke Depan dan Upaya Perbaikan
Menghadapi tantangan ini, Cak Imin menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Ia menyatakan, "Kita akan prioritaskan pesantren-pesantren yang memang sangat rawan dan sangat tua usianya," menunjukkan komitmen pemerintah dalam perbaikan infrastruktur pendidikan.
Dengan langkah-langkah yang terencana, diharapkan kejadian serupa tidak terjadi lagi, dan keamanan santri di pondok pesantren terjamin.
Bersama Menteri Agama, Cak Imin menegaskan keseriusannya untuk segera melakukan tindakan yang diperlukan dengan sebaik-baiknya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: