Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) kini menunggu hasil banding atas sanksi yang dijatuhkan oleh FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi beberapa pemainnya.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Sanksi ini mengakibatkan larangan bermain selama 12 bulan dan denda sebesar 350.000 Swiss Franc atau sekitar Rp 7,3 miliar, yang berdampak pada partisipasi Timnas Malaysia di turnamen mendatang.
Latar Belakang Kasus Naturalisasi
FAM menghadapi masalah serius setelah FIFA memberikan sanksi terkait pemalsuan dokumen yang dialami beberapa pemain. Ketujuh pemain yang terlibat, termasuk Gabriel Felipe Arrocha dan Facundo Tomas Garces, kini dilarang bermain di semua level.
Sanksi ini tidak hanya mencakup larangan bermain, tetapi juga denda yang cukup signifikan. FAM kini harus membayar 350.000 Swiss Franc, yang dapat memengaruhi keikutsertaan mereka dalam kompetisi internasional.
FAM berupaya keras untuk melindungi reputasi mereka dan keberlanjutan program sepakbola di negara tersebut. Dampak dari sanksi ini jelas mempengaruhi kualitas tim yang akan berkompetisi.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Pelanggaran Pasal 22 Kode Disiplin FIFA
Pasal 22 Kode Disiplin FIFA mengatur sanksi terkait pemalsuan dokumen dalam sepak bola. Pelanggaran ini dapat mengakibatkan berbagai jenis sanksi, termasuk larangan bermain dan denda besar.
"Siapa pun dalam kegiatan yang berhubungan dengan sepak bola, memalsukan dokumen, memalsukan dokumen asli, atau menggunakan dokumen palsu atau yang dipalsukan akan dikenakan sanksi denda dan larangan bermain minimal enam pertandingan atau untuk jangka waktu tertentu minimal 12 bulan," jelas pasal tersebut.
Ketentuan ini menekankan betapa seriusnya FIFA dalam menangani kasus pemalsuan, yang dapat memengaruhi integritas kompetisi. Hal ini juga menjadi peringatan bagi asosiasi sepakbola lainnya untuk menjaga transparansi dalam proses naturalisasi.
Proses Banding dan Tanggapan FAM
Senin, 6 Oktober 2025, ditetapkan sebagai batas waktu bagi FAM untuk mengajukan banding terhadap keputusan FIFA. Jika banding mereka ditolak, langkah selanjutnya akan mengarah ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
FAM telah mengakui adanya kesalahan teknis dalam proses pengisian dokumen, namun mereka tetap bersikukuh bahwa status para pemain tersebut sah. Penegasan ini mencerminkan sikap FAM untuk mempertahankan hak dan reputasi mereka.
FAM juga menunjukkan komitmen untuk berjuang demi timnas, dengan menyatakan bahwa mereka akan berupaya sebaik mungkin untuk menyelesaikan masalah ini secara konstruktif. Respons mereka mencerminkan tekad untuk tidak hanya menghadapi sanksi tetapi juga untuk memastikan masa depan sepakbola Malaysia tetap cerah.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: