Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 16:02 WIB

Dampak Polusi Udara Terhadap Risiko Demensia: Sebuah Penelitian Terbaru

Author

Dampak Polusi Udara Terhadap Risiko Demensia: Sebuah Penelitian Terbaru

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa polusi udara meningkatkan risiko demensia, khususnya Lewy body dementia (LBD).

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Penelitian ini menyoroti pentingnya menjaga kualitas udara untuk mendukung kesehatan otak.

Hubungan Polusi Udara dan Demensia

Studi dimulai dengan analisis rekam medis 56,5 juta pasien Medicare di Amerika Serikat. Fokus penelitian adalah terhadap pasien yang pertama kali dirawat dari tahun 2000 hingga 2014 akibat kerusakan protein.

Peneliti menggunakan kode pos untuk memperkirakan paparan jangka panjang terhadap polusi PM2,5. Partikel kecil ini dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan aliran darah, sampai mencapai otak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap PM2,5 meningkatkan risiko terkena Lewy body dementia (LBD), tipe demensia kedua paling umum setelah Alzheimer.

Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Basis Biologis dan Metodologi Penelitian

Lewy body terdiri dari protein alpha-synuclein, penting untuk fungsi otak yang baik. Namun, penumpukan protein ini dapat menciptakan Lewy body yang merusak sel-sel saraf, menyebabkan penyakit neurodegeneratif.

Peneliti juga menguji hipotesis dengan eksperimen pada tikus. Mereka dipaparkan polusi PM2,5 dua kali sehari selama sepuluh bulan, dengan beberapa tikus dimodifikasi genetik untuk tidak memproduksi alpha-synuclein.

Hasil menunjukkan bahwa tikus normal yang terpapar mengalami kematian sel-sel saraf dan penyusutan otak, berbeda dengan tikus yang dimodifikasi genetik.

Implikasi Kebijakan dan Upaya Kolaboratif

Mao menekankan, 'Dengan mengurangi paparan kolektif kita terhadap polusi udara, kita berpotensi mengurangi risiko berkembangnya kondisi neurodegeneratif yang merusak ini dalam skala populasi yang luas.'

Penelitian ini yang dipublikasikan dalam jurnal Science menawarkan bukti kuat tentang bahaya polusi udara terhadap kesehatan otak.

Temuan ini menuntut perhatian lebih terhadap kebijakan udara bersih dan tanggung jawab kolektif untuk menjaga lingkungan.

Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU