Pada hari kedua proses pencarian, total 102 korban telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan mushala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, sementara 38 santri masih terjebak hingga kini.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta
Kantor SAR Kelas A Surabaya mengonfirmasi bahwa tiga orang telah ditemukan meninggal dunia, sementara tim evakuasi terus berupaya menjangkau korban yang masih tertimbun.
Detail Tragedi Runtuhnya Mushala
Runtuhnya mushala di Pondok Pesantren Al Khoziny terjadi pada Senin, 29 September 2025, saat para santri sedang melaksanakan shalat ashar.
Bangunan tiga lantai itu ambruk sekitar pukul 15.00 WIB, menimpa para santri yang berada di dalamnya.
Menurut laporan dari Kantor SAR Kelas A Surabaya, 102 orang telah dievakuasi, terdiri dari 11 orang yang dibantu petugas dan sisanya berhasil keluar secara mandiri.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Korban Meninggal dan Upaya Pencarian
Dari jumlah total yang dievakuasi, tiga orang dinyatakan meninggal, yaitu Maulana Ibrahim (15) dari Bangkalan, Mashudul Haq (14) dari Surabaya, dan Muhammad Sholeh (22) dari Bangka Belitung.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, meyakini bahwa masih ada santri yang terjebak di dalam reruntuhan dan dapat diselamatkan. 'Kami meyakini bahwa masih ada yang bisa selamat dan yang terakhir ini justru kami masih bisa berkomunikasi,' ujarnya.
Saat ini, 38 santri diperkirakan masih terjebak di bawah puing-puing, dan upaya pencarian terus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi untuk menghindari risiko runtuh susulan.
Langkah-langkah dan Dukungan dari Pihak Berwenang
Proses pencarian dilakukan dengan seksama, termasuk sterilisasi area sekitar lokasi, dengan petugas SAR mengatur jarak hingga 50 meter dari gerbang depan asrama putra.
Nanang Sigit menjelaskan, kondisi bangunan yang runtuh terdiri dari beton yang membuat akses penyelamatan menjadi sulit. 'Karena posisinya beton-beton itu lintang menutupi para korban, sehingga kami harus memberikan akses dengan memberikan lubang atau memotong bagian-bagian dari struktur bangunan tersebut,' terangnya.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, juga meninjau lokasi dan menyatakan bahwa pihaknya telah melibatkan pakar konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk membantu upaya pencarian.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: