Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 10:55 WIB

Dampak Stunting pada Risiko Obesitas di Masa Depan Anak-anak Indonesia

Author

Dampak Stunting pada Risiko Obesitas di Masa Depan Anak-anak Indonesia

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak-anak dengan stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas saat tumbuh dewasa.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar

Penelitian oleh tim dari Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada ini mengungkapkan dampak serius gizi buruk pada anak-anak di Indonesia.

Tantangan Malnutrisi di Indonesia

Masalah nutrisi pada anak di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Keduanya, kekurangan dan kelebihan gizi pada anak-anak, seperti stunting dan obesitas, terus menjadi isu yang mengkhawatirkan.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, sekitar 30% anak usia sekolah di Indonesia mengalami stunting. Angka ini terutama tinggi di wilayah Jawa Timur, yang menandakan adanya kekurangan gizi kronis.

Kondisi stunting ini berpotensi memengaruhi pertumbuhan anak secara signifikan, dan dapat mengarah kepada berbagai masalah kesehatan di masa depan.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR

Stunting dan Obesitas: Temuan Penelitian

Penelitian yang melibatkan 191 anak usia sekolah dasar di Surabaya membagi anak menjadi dua kelompok: anak stunting dan tidak stunting. Metode Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) digunakan untuk mengukur indeks massa tubuh dan kadar lemak tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan stunting memiliki risiko obesitas yang lebih tinggi. Mereka memiliki angka Body Mass Index (BMI) dan lemak perut yang lebih besar jika dibandingkan dengan anak-anak yang tidak stunting.

Temuan ini menunjukkan pentingnya pemantauan kesehatan fisik pada anak-anak yang mengalami stunting untuk mencegah risiko kesehatan di masa depan.

Implikasi dan Rekomendasi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa stunting berhubungan langsung dengan peningkatan risiko obesitas dan penyakit tidak menular di kemudian hari. Ketika anak-anak dengan kekurangan gizi mendapatkan asupan energi berlebih, tubuh mereka akan cenderung menyimpan kelebihan kalori sebagai lemak.

Dalam konteks ini, peran orang tua dan pemerintah sangat penting dalam pencegahan stunting. Program asupan gizi yang cukup untuk ibu hamil, serta pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang sehat bagi bayi, perlu diperhatikan.

Selain itu, penerapan pola makan sehat di usia sekolah juga menjadi langkah penting untuk menghindari obesitas dan penyakit terkait lainnya.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU