Denpom Jaya 1/Cijantung telah menangkap anggota TNI berinisial Faisal yang terlibat dalam penganiayaan terhadap karyawan Zaskia Adya Mecca. Penangkapan ini dilakukan setelah insiden pemukulan yang dipicu oleh perselisihan lalu lintas di Jakarta Selatan.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta
Kapendam Jaya Kolonel Czi Anto Indriyanto menjelaskan bahwa Faisal kini dalam proses penanganan lebih lanjut, dengan pihaknya berupaya meminta keterangan dari saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut.
Detail Penganiayaan
Insiden penganiayaan terjadi pada Senin, 22 September 2025, di Jalan Ampera Raya, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu. Karyawan Zaskia Mecca, Faisal, mengalami pemukulan oleh seseorang yang mengaku sebagai anggota institusi.
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, menyampaikan bahwa peristiwa bermula ketika Faisal mengendarai sepeda motor dan membunyikan klakson karena melihat pengendara motor lain yang melawan arus.
Setelah bunyi klakson, pengendara tersebut berbalik dan menyerang Faisal, menjatuhkan dan memukulnya. Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran hukum yang memicu respons dari pihak berwenang.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Proses Hukum dan Tindakan Lanjutan
Kapendam Jaya Kolonel Czi Anto Indriyanto mengungkapkan bahwa Faisal telah diamankan oleh Denpom Jaya 1/Cijantung untuk proses hukum lebih lanjut. "Saat ini yang bersangkutan sudah diamankan di Denpom Jaya 1/Cijantung untuk proses penanganan lanjutnya," ujarnya.
Anto menegaskan bahwa komunikasi dengan pihak terkait dan individu yang terlibat dalam insiden masih berlangsung. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap aspek dari peristiwa ditangani dengan transparan dan adil.
Selain itu, pihak TNI juga bertanggung jawab atas tindakan anggotanya, termasuk memberikan dukungan kepada korban, yaitu Faisal, selama proses hukum.
Reaksi Publik dan Kaitan dengan Keselamatan Lalu Lintas
Insiden ini telah menarik perhatian publik terkait keselamatan di jalan raya, terutama dalam interaksi antara masyarakat sipil dan anggota TNI. Banyak yang menyoroti urgensi pengaturan lalu lintas yang lebih ketat untuk mencegah kekerasan serupa di masa depan.
Sebagian kalangan meminta agar langkah tegas diambil terhadap anggota TNI yang melanggar hukum demi menjaga citra institusi dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat. Ini penting agar hubungan harmonis antara masyarakat dan pihak keamanan terus terjaga.
Kasus ini diharapkan menjadi momen refleksi bagi semua pihak untuk menjaga ketertiban dan saling menghormati di jalan raya.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: